0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sengketa Lahan Sriwedari, Keraton: Jaga Cagar Budaya

KGPH Puger (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Meski turut menjadi tergugat dalam sengketa lahan Sriwedari, namun Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat nampaknya enggan untuk melanjutkan ke ranah hukum seperti yang dilakukan Pemkot Solo. Pihak Keraton hanya meminta supaya warisan cagar budaya yang berada di dalam lahan Sriwedari seperti Museum Radya Pustaka dan Gedung Wayang Orang Sriwedari (GWO) tetap dijaga.

“Kami meminta supaya aset yang ada dia tas tanah Sriwedari tetap dijaga,” terang Wakil Dalem Keraton Kasunanan Solo, KGPH Puger, Kamis (15/10).

Pihak Keraton, kata Puger, mempersilakan pemilik sah secara hukum yakni ahli waris untuk mengambil lahan Sriwedari sesuai putusan hukum. Disamping itu, pihaknya juga mempersilakan jika Pemkot mengupayakan langkah hukum dalam mengatasi sengketa tersebut. Pihak Keraton mengambil sikap tidak ikut campur dengan upaya yang dilakukan Pemkot dan Museum Radya Pustaka yang mengambil langkah hukum.

Disinggung aset Sriwedari yang harus dijaga, Pengageng Museum dan Pariwisata Kraton Kasunanan ini mengaku, Museum Radya Pustaka dan Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari harus terjaga bagaimapun caranya. Pasalnya, bangunan tersebut merupakan fasilitas publik dan memiliki sejarah yang panjang.

Seharusnya, lanjut Puger, penyelamatan aset budaya ini dibicarakan bersama saat aanmaning. Dibandingkan, pembahasan soal hukum hanya akan menghabiskan tenaga dan pikiran.

“Kalau saya berpikiran bagaimana proses eksekusi jangan sampai menimbulkan kegaduhan, aset-aset itu harus diselamatkan,” tegas Puger.

Sebelumnya, kuasa hukum ahli waris lahan Sriwedari, Anwar Rahman mengaku kecewa saat pertemuan terakhir yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Solo pada Selasa (13/10) kemarin. Pasalnya, pihak Pemkot yang diharapkan datang membawa konsep terkait pengosongan lahan Sriwedari justru datang dengan tangan hampa.

“Kami yang lihat konsepnya, bukan kami yang buat, lha kami yang menang. Pilihan dari kami, mau dikosongkan atau dikosongkan dengan alat negara,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge