0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kerbau, Simbol Orang Jawa Tidak Ingin Terjebak Dalam Kebodohan

timlo.net/heru murdhani

Kerbau Kyai Slamet

Solo – Banyak orang bertanya-tanya tentang kerbau bule yang menjadi simbol khas kirab malam satu suro di Keraton Kasunanan Surakarta. Selain tentang darimana kerbau itu berasal, tak banyak orang yang tahu alasan kenapa kerbau bule itu menjadi penting dalam prosesi pergantian tahun jawa.

“Sebenarnya kerbau ini merupakan simbol kerajaan yang agraris. Kita mengenal kerbau sebagai hewan yang erat dengan kehidupan pertanian, hal ini mungkin bisa menjawab kenapa banyak petani dari desa-desa datang pada malam satu Suro untuk berebut kotoran kerbau yang dijadikan pupuk bagi pertanian mereka,” ungkap Kanjeng Pangeran (KP) Winarno Kusumo, Wakil Pengageng Sasono Wilopo Keraton Solo, Rabu (14/10) malam.

Pria yang akrab disapa Kanjeng Win ini melanjutkan kerbau adalah binatang yang bodoh, karenanya kerap kali dalam beberapa ritual tertentu orang jawa menyembelih kerbau untuk kemudian kepala kerbau tersebut ditanam. Hal ini merupakan perlambang bahwa orang Jawa tidak ingin terjebak dalam kebodohan.

“Ada istilah Jawa, bodo longa-longo kaya kebo (Bodoh seperti kerbau), ini memang benar, karenanya ada upacara memendam kepala kerbau supaya kita terus belajar dan introspeksi diri agar terbebas dari kebodohan,” katanya.

Kanjeng Win juga menjelaskan, kerbau itu tubuhnya besar, namun gerakannya lambat. Padahal, jika terluka Kerbau bisa mengamuk dan mengeluarkan kekuatannya yang besar. Kerbau merupakan lambang kekuatan dari lingkungan masyarakat kecil yang tidak bisa disepelekan kekuatannya.

“Masyarakat Jawa akrab dengan simbol-simbol, karenanyalah Keraton menghadirkan simbol-simbol ini untuk bertutur sekaligus memberikan pengajaran kepada kawula dan masyarakat luas,” terangnya.

Dia melanjutkan, selain kerbau juga ada beberapa pusaka yang dikeluarkan pada malam pergantian tahun tersebut, biasanya pusaka itu dipilih sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat kirab dilaksanakan.

“Seperti tahun ini ada sembilan pusaka yang dikeluarkan, diantaranya adalah Kyai Jangkung, dan Kyai Udanmas yang merupakan harapan akan kesejahteraan dan keselamatan,” tandasnya.

Seperti diberitakan Keraton Kasunanan Surakarta memperingati perayaan malam satu Suro pada Rabu (14/10) malam. Perayaan ini dihadiri oleh ribuan kerabat, sentana dan para abdi dalem Keraton Surakarta. Prosesi kirab berlangsung tertib dan khidmat, ratusan petugas keamanan dari kepolisian, resimen mahasiswa dan pramuka turut berjaga mengamankan ribuan warga yang tumpah ruah di kawasan depan Keraton.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge