0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bupati Karanganyar Protes ke Kementerian ESDM

foto: Nanang

Bupati Karanganyar, Juliyatmono

Karanganyar – Penolakan terhadap eksplorasi Gunung Lawu untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) rupanya bukan gertak sambal. Pemerintah Kabupaten karanganyar bakal melayangkan surat protes kepada Kementerian Ekonomi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) terkait rencana tersebut.

“Itu surat resmi sikap pemerintah Kabupaten Karanganyar terkait rencana eksplorasi itu,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Selasa (13/10).

Ia menyebutkan dilayangkannya surat protes itu berdasarkan berbagai alasan dan pertimbangan yang ada. Menurutnya Gunung tersebut secara teknis tidak cocok untuk dieksplorasi. Jika hal itu dipaksakan nantinya justru akan menimbulkan kerusakan alam yang tidak sedikit.

“Apalagi Gunung Lawu konon disakralkan oleh masyarakat Pulau Jawa,” kata Juliyatmono.

Bupati mencontohkan selama ini banyak gunung-gunung yang sudah dieksplorasi untuk diambil sumber daya alamnya. Namun selalu menyisakan hal yang negatif di gunung yang ada. Bahkan, kata Bupati, dampak negatif itu juga dirasakan di daerah-daerah yang ada di sekitar lokasi eksplorasi.

“Informasinya didalam gunung Lawu terdapat sumber air panas yang jumlahnya cukup banyak. Itulah yang akan akan dieksplorasi,” jelasnya.

Juliyatmono mengatakan, selain melayangkan protes ke Kementerian ESDM, pihaknya juga meminta pemerintah agar segera merubah Status Gunung Lawu menjadi Taman Nasional. Dengan status itu nantinya gunung lawu tidak bisa seenaknya dieksplorasi oleh siapapun karena sudah ada aturan yang jelas.

“Kalau sudah statusnya Taman Nasional tidak akan bisa seenaknya di eksplorasi,” katanya.

Seperti diketahui, Kementerian ESDM menetapkan Gunung Lawu menjadi Wilayah Kerja Panasbumi (WKP). Rencananya Gunung Lawu bakal dieksplorasi karena memiliki potensi daya listrik sebesar 165 Megawatt (MW). Saat ini Kementerian ESDM sudah melakukan lelang terkait perusahaan yang bakal melakukan eksplorasi di gunung itu.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge