0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nonton Dangdut, Anak dan Bapak Dibacok

merdeka.com

Ilustrasi Mayat Dibacok

Timlo.net — Pentas pertunjukan musik dangdut di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berujung pada pembunuhan sadis. Salah seorang pemuda bernama Arif (23), warga Desa Kembang, RT 02 RW II, Kecamatan Dukuhseti, Pati, menjadi korban tewas dengan kondisi mengenaskan setelah dikeroyok sejumlah pemuda, pada Minggu (11/10) dini hari.

Pengeroyokan dilakukan sejumlah pemuda di Kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, tak jauh dari lokasi pertunjukan dangdut.

Aksi pengeroyokan itu dipicu dari perselisihan antara korban dengan sejumlah pelaku di area pementasan dangdut. Setelah pertunjukan dangdut usai, sejumlah pemuda mendatangi korban yang sedang bersama temannya kemudian terjadi perkelahian.

Di dekat dermaga TPI Banyutowo itulah ternyata kelompok pemuda yang menjadi lawan Arif datang dengan membawa senjata tajam dan langsung membacokkan golok ke tubuh Arif. Singkatnya, Arif roboh tak bernyawa bersimbah darah.

Berita tewasnya Arif dengan cepat terdengar oleh ayahnya Jaswadi yang langsung ke lokasi. Tujuannya ingin membela anaknya, namun orangtua ini juga disambut golok.

Petugas yang datang di TKP langsung membubarkan aksi pertarungan itu. Dibantu warga kemudian melarikan dua korban ke Puskesmas Dukuhseti, sebelum ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pati.

Lantaran pihak korban Arif kalah banyak, korban tak banyak berkutik akhirnya tewas dengan leher mengalami luka menganga, dan urat nadi terputus akibat terkena sabetan benda tajam. Sementara sang ayah Jaswandi menjalani perawatan akibat luka bacok bertubi-tubi pada tubuhnya.

Sesaat kemudian, pihak Polres Pati mendapatkan informasi itu dari masyarakat dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Kemudian jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan.

Usai mendapat sejumlah keterangan dari saksi, petugas kemudian melakukan upaya pengejaran beberapa pelaku.

“Tiga orang pelaku kami bekuk setelah beberapa jam kemudian,” kata Kasatreskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi, Selasa (13/10).

Ketiga pelaku itu yakni; IA alias Imron Shadi (19), Kar (31) dan Sum (24) semuanya warga Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati. Namun barang bukti berupa golok belum ditemukan karena dibuang ke laut oleh pelakunya.

Pihaknya masih mendalami kasus pembunuhan tersebut. Bahkan, pihaknya menyatakan tak menutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus pembunuhan tersebut lantaran kematian korban akibat dari proses pengeroyokan.

“Apalagi yang terlibat pengeroyokan belasan orang,” tandasnya.

Akibat perbuatannya tersebut ketiga pelaku akan dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider pasal 338, pasal 370 dan pasal 351 dengan ancaman hukumannya penjara seumur hidup.

[dan]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge