0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Napi Tusuk Napi, 1 Sekarat

Ilustrasi Penganiayaan

Timlo.net — Belum resmi Sunarto menjabat Kepala Lapas Kelas II A Kerobokan Denpasar Bali, sudah tiga kasus terjadi selama tujuh hari terakhir. Pertama perkelahian sesama napi hingga menyebabkan seorang di antaranya harus dirawat akibat ususnya terburai, usai disayat pecahan kaca.

Berselang dua hari, giliran napi asal Jepang ditemukan tewas gantung diri di belakang klinik Lapas. Dan kali ini, keributan terjadi antarnapi sekitar pukul 10.00 WITA, Selasa (13/10).

Informasi dihimpun awak media, korban Multazam Aulawi (21) harus menjalani perawatan intesif di RSUP Sanglah, akibat beberapa luka tusukan di sekujur tubuhnya. Sebelumnya dia berduel dengan pelaku, Adrian Susanto alias Deda (32).

“Korban masih dalam penanganan medis. Yah kejadiannya saya terima sore tadi. Pelaku sudah kita amankan, sedang dalam pemeriksaan,” kata Kapolres Badung, AKBP Bisar Marpaung.

Informasi sementara, diduga pertengkaran itu dipicu persoalan utang piutang. Pelaku penusukan merupakan napi narkotika divonis empat tahun penjara, dan baru menjalani hukuman selama dua tahun empat bulan. Saat itu, usai kerja bakti pada pagi hari, Deda mendatangi Multazam yang sedang duduk santai sambil berbincang-binang dengan napi lainnya.

Dalam posisi duduk, Multazam meminta Deda tidak emosi, dan berjanji akan membayar utang-utangnya selama di dalam Lapas Kerobokan. Tidak diketahui dalam hal apa terjadi utang piutang di antara mereka. Sempat terjadi adu mulut, hingga akhirnya keduanya saling pukul.

Di luar dugaan, Deda membawa besi tajam dan langsung menghujamkan ke bagian perut Multazam, hingga korban tersungkur. Sejumlah napi lainnya berusaha memegangi pelaku yang terlihat kalap, hingga akhirnya petugas lapas datang menyelamatkan korban, yang terlibat kasus pembunuhan dengan vonis 12 tahun penjara, tetapi baru menjalani masa hukuman satu tahun.

Multazam yang asal Lombok Timur ini langsung dibawa ke rumah sakit dalam keadaan sekarat.

“Untuk sementara pelaku kita tahan untuk menjalani proses penyidikan,” tandas Bisar.

[ary]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge