0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Air Sisa Jamasan Pusaka Diperebutkan Warga

timlo.net/heru murdhani

Warga berebut air jamasan pusaka

Solo – Ribuan warga masyarakat yang memenuhi mengikuti jalannya kirab malam satu suro di halaman Pura Mangkunegaran berebut air sisa jamasan pusaka, Selasa (13/10) malam. Mereka saling berebut karena percaya bahwa air sisa jamasan pusaka tersebut membawa berkah tersendiri. Bahkan ada seorang ibu yang menggendong balitanya untuk dimandikan dengan air yang dicampur dengan kembang setaman tersebut.

“Biar seger waras, sakit dibadan semua hilang, biar selamat semuanya,” ungkap salah seorang warga yang turut berebut air, Karto Sentono.

Kakek asal Masaran Sragen ini mengaku setiap tahun datang ke Mangkunegaran untuk merayakan malam pergantian tahun Jawa ini. Dia datang bersama dengan keluarga besarnya untuk ngalap berkah.

“Kalau airnya bisa langsung diminum atau di usapkan ke wajah dan badan, kalau kembang biasanya untuk pertanian, disebar ke sawah, atau buat makan ternak biar selamat semuanya, menghasilkan yang baik,” katanya.

Dalam kirab tersebut keluarkan sejumlah 6 pusaka berbentuk tombak, dan satu Joli yang berisi rompi anti peluru dan keris peninggalan Pangeran Samber Nyawa. Pusaka-pusaka ini dijamas kemudian dibawa mengelilingi tembok Pura Mangkunegaran.

Selain itu pihak Keraton juga membagikan ribuan nasi bungkus kepada warga yang hadir. Serta menyebar udik-udik uang receh sebagai simbol kekayaan istana tidak hanya dinikmati oleh keluarga Keraton, melainkan juga masyarakat luas. Prosesi malam satu suro ini diakhiri dengan acara semedi yang diikuti oleh kerabat keraton Mangkunegaran.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge