0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ribuan Sandal Berlafaz Allah Akan Dibakar

dok.merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – Sandal bertuliskan lafaz Allah di bagian alasnya beredar di dunia maya. Diduga sandal ini merupakan produksi dari salah satu pabrik di Jawa Timur dengan merk Glacio G-2079.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, KH Abdussomad Bukhori mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk segera bertindak. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur akan membakar ribuan sandal kontroversi ini di halaman Kantor PWNU Jawa Timur, sore ini juga.

“Ini jelas penistaan agama. Lafaz Allah adalah asma Tuhan yang diagungkan umat Islam,” terang Kiai Somad saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (13/10).

Diungkap Kiai Somad, dari penelusuran tim MUI Jawa Timur, ada tiga betuk lafaz Allah di beberapa sampel sandal yang diteliti. Selain tercetak di tengah sandal, asma Allah juga tercetak di bagian atas dan bawah sandal.

“Di bagian atas dan bawah, cetakannya tidak begitu jelas, karena hanya berupa motif lekuk saja,” ucapnya.

Untuk itu, Kiai Somad juga mengimbau seluruh umat Islam agar lebih teliti membeli barang dan melarang memakai produk sandal kontroversial tersebut.

“Saya imbau untuk tidak memakai sandal tersebut. Memakainya, sama halnya melecehkan simbol Islam,” tegasnya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, sandal-sandal berlafaz Allah yang beredar luas di Jawa Timur itu, diproduksi oleh PT Pradipta Perasa Makmur Jalan Raya Wringin Anom, Gresik. Sandal-sandal yang diproduksi sejak 2014 itu, kini sudah disita pihak Polda Jawa Timur.

Untuk diketahui, di Tahun 2014, PT Pradipta Perasa Makmur telah mencetak 12 ribu pasang sandal bermotif lafaz Allah. Di bulan Desember tahun yang sama, 6 ribu sandal kembali dicetak. Maret 2015, 7.420 sandal kembali dilempar di pasaran. Selanjutnya di bulan April dan Juli, 24 ribu sandal kembali diproduksi.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge