0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sengketa Lahan Sriwedari, Pemkot Bergabung dengan Jaril?

dok.timlo.net/achmad khalik
PJ Walikota Solo Budi Suharto berbincang dengan mantan kuasa hukum ahli waris lahan Sriwedari, M Jaril (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melirik untuk bergabung dengan mantan kuasa hukum ahli waris, M Jaril dalam kasus sengketa lahan Sriwedari. Pasalnya, kedua pihak memiliki tujuan yang sama yakni mengembalikan Sriwedari kepada publik.

“Komitmen saya jelas. Kalau Sriwedari berada ditangan saya, pastinya akan saya kembalikan ke publik dengan menyusun rencana untuk pengembangannya,” terang M Jaril, di Solo, Selasa (13/10).

Jaril mengaku, ahli waris tidak memiliki hak untuk memiliki lahan Sriwedari. Pasalnya, mereka telah membuat kontrak perjanjian tertulis bahwa saat lahan Sriwedari dimenangkan ahli waris maka mereka akan menjual kepada Jaril. Selain surat perjanjian, Jaril juga mengaku telah memberikan uang pangkal senilai Rp 500 juta. Dan kewajiban dirinya setelah kasus tersebut dimenangkan adalah dirinya membayar kekurangan uang senilai Rp 27,5 miliar.

“Harusnya, setelah menang mereka (pihak ahli waris —Red) menyerahkan sertifikat tanah kepada saya. Dan saya, membayar uang senilai Rp 27,5 miliar. Berdasar isi kontrak yang telah dibuat, ahli waris tak memiliki hak atas tanah tersebut,” jelas Jaril.

Sementara, PJ Walikota Solo Budi Suharto didampingi Kabag Hukum Pemkot Solo, Kin Kin Sultanulhakim mengatakan, akan mempelajari dan mengamati kasus perkembangan kasus tersebut. Menurutnya, Pemkot akan berupaya sekuat tenaga untuk mempertahankan tanah milik publik tersebut.

“Kami amati perkembangan kasus ini. Nanti akan kita lakukan langkah-langkah berkembangnya kasus ini,” kata Budi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge