0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peneliti Komunikasi Indonesia Umumnya Terjebak Teori Barat

Kepala Prodi S2 Ilmu Komunikasi UNS, Prahastiwi Utari (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Pakar Komunikasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Prahastiwi Utari menyatakan, peneliti komunikasi Indonesia atau yang meneliti hal bersangkutan komunikasi di Indonesia umumnya masih terjebak dengan teori-teori Barat. Padahal teori Barat yang mereka gunakan sebagai pijakan sering kali tidak tepat diterapkan dengan kondisi yang ada di Indonesia.

“Ada beberapa fenomena komunikasi penelitian, ternyata teori yang digunakan, tidak bunyi atau tidak klop,” ujar Prahastiwi yang juga Kepala Prodi S2 Ilmu Komunikasi UNS saat bertemu Timlo.net di sela-sela acara Seminar Komunikasi Pemerintahan Dalam Konteks Budaya dan Perspektif Keindonesiaan, di Solo, Selasa (13/10).

Prahastiwi mengatakan, para peneliti umumnya masih menggunakan teori yang dibuat oleh orang Barat, yang masuk ke Indonesia tetapi tidak pas. Bahkan banyak di antaranya masih terjebak oleh teori Barat.

“Karena itu, kita seharusnya tidak takut keluar dari persepsi penggunaan teori Barat. Sebab teori Barat belum tentu benar,” tandasnya.

Menurut Prahastiwi, para peneliti Indonesia mestinya bercermin pada Jepang, Korea, Cina dan India yang sudah meninggalkan teori Barat. Padahal, konsep teori komunikasi yang berasal dari Indonesia sebetulnya banyak yang bisa diunggah, bahkan lebih tepat digunakan. “Cuma kita yang belum mempunyai kesadaran,” ujarnya.

Ditambahkan, berdasarkan pengalaman selama ini penggunaan teori Barat acap kali tidak terbukti, dan seringpula memberi nilai negatif untuk masyarakat yang diteliti.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge