0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PM Najib Razak: Bencana Asap Terjadi Karena Situasi yang Rumit

dok.merdeka.com

PM Najib Razak-Presiden Jokowi

Timlo.net – Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Tun Najib Razak bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Senin (12/10) kemarin. PM Najib mengatakan Presiden Jokowi menyesalkan bencana asap yang tak kunjung dipadamkan.

“Secara tidak langsung Presiden Jokowi meminta maaf, bahkan merasa tertekan dan malu,” kata Najib.

Kepada orang nomor satu Malaysia itu, Jokowi disebut berjanji akan segera menangani asap, karena memang tidak ada yang sengaja membiarkan bencana ini berlangsung terus menerus.

“Bencana asap terjadi karena situasi yang rumit,” kata Najib menirukan Jokowi.

Dalam pertemuan kemarin, Jokowi dan Najib sebetulnya lebih banyak membicarakan isu pengembangan sawit bersama. Namun karena bencana asap kini dalam tingkat membahayakan, kedua pemimpin pun membahasnya lebih lanjut.

Najib menambahkan belum memikirkan kemungkinan menuntut perusahaan di Sumatera dan Kalimantan secara perdata, yang dianggap bertanggung jawab, seperti dilakukan Singapura. Penegakan hukum dianggap wilayah kerja pemerintah RI.

“Informasi yang kami dapat, perusahaan perkembunan (perkebunan-red) hanya bertanggung jawab tiga persen dari total kebakaran lahan.”

Sejak kemarin, Malaysia resmi membantu BNPB memadamkan api di Sumatera Selatan. Negeri Jiran mengerahkan satu Bombardier 415MP untuk mengangkut personil darat, tujuh helikopter, serta tiga pesawat pengangkut bom air.

Dalam pertemuan akhir pekan lalu, Najib sudah menawarkan pada Jokowi bila butuh tambahan personil dari Malaysia. Selain itu, dia mengusulkan agar Indonesia memasang sumur di lahan gambut, supaya pemadaman kebakaran, seandainya terjadi lagi, lebih mudah.

“Indonesia sepertinya akan membangun jaringan kanal. Tapi kami yakin hal ini akan memakan waktu yang lama.”

[ard]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge