0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Operator Karaoke Lokalisasi Dikukut BNN

Ilustrasi Narkoba

Timlo.net — Terbukti mengkonsumsi narkoba, dua operator karaoke di Lokalisasi Gambilangu yang sering disebut GBL di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah terjaring dalam razia yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal Senin (12/10) sore.

Dua operator berinisial N dan L tersebut diduga memakai narkoba saat dilakukan tes urine dalam razia yustisi BNN Kendal. Hasil tes urine keduanya positif mengandung amphetamine dan methamphetamine secara maraton. Diduga keduanya memakai narkotika golongan I berat atau hanya coba pakai.

“Tindakan assesmen maraton yang dilakukan petugas untuk mengetahui penyalahguna perlu tidaknya mendapatkan rehabilitasi rawat inap atau rawat jalan. Jika diketahui kedua pemakai, maka akan segera dilakukan proses rehabilitasi. Kemudian akan lakukan pengusutan dari mana mereka mendapatkan barang haram tersebut,” tegas Kepala BNN Kendal, Teguh Budi Santoso kepada merdeka.com Senin (12/10).

Operasi dilakukan BNN dengan menyisir seluruh tempat karaoke di Gambalingu. Satu persatu para pemandu karaoke dan operator karaoke diperiksa. Operasi dilakukan dengan melibatkan tim gabungan dari Polres Kendal, Kodim 0715 dan Satpol PP Kendal.

Sementara, salah satu operator N membantah dirinya mengonsumsi narkoba. Ia mengaku terakhir menggunakan barang haram tersebut satu bulan silam. “Ketika menggunakanya, tidak saya lakukan saat berada di dalam kompleks lokalisasi Gambilangu,” tuturnya.

Meski begitu, N berharap melaui rehabilitasi BNN ini, dirinya dapat sembuh dari rasa ketergantungan narkotika golongan I itu.

“Saya ingin sembuh dan bisa segera direhabilitasi,” akunya.

Hal senada dikatakan L. Ia mengungkapkan, ingin sembuh dari ketergantungan barang haram tersebut. Ia mengaku akibat mengkonsumsi narkotika golongan satu itu dirinya pernah mengalami sakit luar biasa dan memaksanya pulang ke kampung halamanya, Kudus.

“Tapi dengan adanya program rehabilitasi dari BNN itu, membuat saya ingin besar sembuh dari rasa ketergantungannya, tandasnya.

L mengaku, beberapa kali ia memang sering diajak temannya untuk mengkonsumsi narkoba. Tapi, ia menolaknya.

“Saya menolak karena demi bisa sembuh, saya siap menjalani proses rehabilitasi yang dilakukan BNN ini,” kata L kepada petugas BNN.

Pengurus Resos lokalisasi Gambilangu Kaliwungu, Kesmadi, berharap, kasus yang menimpa dua operator karaoke ini adalah yang pertama dan terkahir. Jangan sampai terulang kembali kasus serupa terjadi di wilayah lokalisasi Gambilangu ini menimpa binaanya.

“Jika pada masa mendatang masih tetap terjadi, maka dirinya tak segan-segang akan mengusirnya dari kompleks lokalisasi Gambilangu,” akunya.

Usai razia, kedua operator lokalisasi yang ada di perbatasan Mangkang, Kota Semarang dan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah itu dibawa ke Kantor BNN Propinsi Jawa Tengah Jalan Madukoro Raya Kota Semarang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Jika terbukti hanya sekedar pemakai saja, maka keduanya akan menjalani rehabilitasi dalam jangka waktu antara dua sampai tiga bulan ke depan.

[bal]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge