0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tiga Jamaah Haji Asal Klaten Meninggal di Tanah Suci

ilustrasi haji

Klaten — Gedung Olah Raga (GOR) Gelarsena disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten sebagai pusat penjemputan jamaah haji. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi penjemputan jamaah haji Klaten 2015, Senin (12/10).

“Dengan kebijakan ini keluarga jamaah cukup menunggu di GOR Gelarsena. Pasalnya, penjemputan jamaah haji di Bandara Adi Sumarmo Solo akan dilakukan panitia daerah,” ungkap Assisten Ekonomi Pembangan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Purwanto Anggono Cipto, Senin (12/10).

Berdasarkan informasi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Klaten, jamaah haji setempat yang terbagi dalam kelompok terbang (kloter) 69, 70 dan 72, direncanakan mendarat di Bandara Adi Sumarmo Solo, Minggu (25/10). Kloter 69 akan mendarat pukul 00.25 WIB, kloter 70 pukul 02.55 WIB dan kloter 72 pukul 23.50 WIB.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Klaten, Mustari mengatakan, dari 759 jamaah haji ada tiga jamaah yang wafat di tanah suci. Mereka yang meninggal antara lain, Teguh Wiryono (48) asal Polanharjo (kloter 69), Sutatik (81) asal Juwiring (kloter 70) dan Sunaryo (85) asal Manisrenggo (kloter 70).

“Ibu Sutatik yang dikabarkan hilang ditemukan petugas di Balai Pengobatan Haji Indonesia dalam kondisi sudah meninggal. Ketiganya meninggal karena sakit, bukan karena musibah Mina dan kini sudah dimakamkan di Arab Saudi,” katanya.

Ditambahkannya, satu orang jamaah atas nama Ahmad dari Gledeg, Karanganom saat ini dalam kondisi sakit dan didampingi istrinya, Sri Syamsiah. Dia masih dalam perawatan medis dan pengawalan petugas serta telah tiba di tanah air bergabung dengan kloter 31, yakni jamaah haji asal Kebumen.

“Jamaah yang sakit ini direncanakan dirujuk ke RS Moewardi Surakarta, karena masih dalam tanggungan pemerintah,” tambah Mustari.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge