0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ganjar: Dua Jempol untuk Warga yang Sadar Relokasi

(dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, mengapresiasi kesadaran warga Karanganyar yang bersedia direlokasi. Pasalnya, belum semua warga terdampak bencana di Jateng mau direlokasi. Bahkan Ganjar memuji kualitas hunian tetap (Huntap) program relokasi tahap I di Dukuh Purusari, Balong, Jenawi, Minggu (11/10).

“Dua jempol untuk warga yang mau dan sadar relokasi. Kualitasnya(Huntap) top,” kata Ganjar saat meresmikan Huntap program relokasi tahap I di Dukuh Purusari, Balong, Jenawi, Karanganyar, Minggu (11/10).

Ganjar akan mengampanyekan apa yang dilakukan warga terdampak bencana tanah longsor di Karanganyar itu ke sejumlah wilayah di Jateng. “Luar biasa. Ini jadi contoh. Rumah sampeyan mewah lho, sing ngewangi yo tenanan,” tutur Ganjar.

Lebih dari 30 Huntap berdiri di lahan seluas 4.200 meter persegi. Tanah yang digunakan relokasi adalah tanah kas Desa Balong. Setiap warga mendapat lahan 100 meter persegi. Mereka membangun rumah tipe 36.

Seperti diketahui, sebanyak 39 keluarga menempati lokasi itu. Mereka warga Dusun Doksari, RT 001 dan 002, Desa Balong, Jenawi. Setiap warga memperoleh bantuan dana Rp45 juta. Perincian dana, Rp 20 juta dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rp 15 juta dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, dan Rp 10 juta dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar.

Pemkab merelokasi warga terdampak bencana alam di Karanganyar sebanyak dua tahap. Tahap pertama sebanyak 96 unit Huntap di Jenawi, Kerjo, dan Tawangmangu. Tahap kedua 65 unit Huntap di Jenawi, Kerjo, dan Colomadu.

“Seluruh pembiayaan patungan antara BNPB, Pemprov Jateng, dan Pemkab Karanganyar. Angkanya fantastis,” tutur Ganjar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge