0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

11 Kecamatan Rawan Tiga Bencana

timlo.net/nanang rahadian

simulasi bencana

Karanganyar – Sebanyak 11 kecamatan di Karanganyar terpetakan berada dalam wilayah rawan tiga bencana, yakni banjir, puting beliung dan tanah longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar memastikan kelengkapan peralatan dan personel guna menindaklanjuti laporan masyarakat terkait ketiga bencana tersebut.

“Sebelas kecamatan itu terus menjadi pantauan kami,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Nugroho, Jumat (9/10).

Dikemukakan, Nugroho, Karanganyar Kota, Matesih dan wilayah 4J (Jumantono, Jumapolo, Jatipuro, Jatiyoso) berpotensi terkena angin puting beliung. Sementara itu, bencana tanah longsor masih mengintai delapan kecamatan, yakni Jatipuro, Jatiyoso, Tawangmangu, Matesih, Karangpandan, Ngargoyoso, Kerjo dan Jenawi.

“Di musim penghujan, luapan sungai Bengawan Solo pun mengancam. Sejumlah desa di Kecamatan Jaten, Kebakkramat dan Gondangrejo pun umumnya menjadi langganan banjir,” ungkap Nugroho.

Untuk itu, Nugroho memastikan persiapan regunya guna menghadapi potensi bencana yang muncul. Disebutkannya, BPBD menyiapkan sembilan perahu karet bertenaga mesin, termasuk logistik kebencanaan yang mampu menyuplai kebutuhan hingga 500 orang.

“Bila logistik kita belum cukup, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana pun siap membantu distribusi,” sebutnya.

Selain itu, BPBD Karanganyar juga terus melakukan pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat siap jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan.

“Kita gelar simulasi kebencanaan, sehingga warga maupun tim relawan siap jika terjadi bencana,” katanya.

Nugroho juga menghimbau kepada masyarakat agar lebih mencintai alam. Menghilangkan kebiasaan menebang pohon sembarangan dan mulai melakukan reboisasi untuk mencegah tanah longsor.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge