0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kulit Manggis Jadi Pewarna Batik

foto: Setyo

karyawan Rumah Batik Adibusana saat membuat batik tulis

Sukoharjo – Untuk mendapatkan hasil warna batik yang bagus, memang tidak selalu dari bahan kimia. Salah satu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) perajin batik yang berlokasi di Bekonang, Sukoharjo ini berhasil menggunakan kulit manggis sebagai bahan pewarna alami.

“Hampir 80 persen batik yang kita produksi menggunakan pewarna alami, dan salah satunya berasal sari kulit manggis,” ujar pemilik Rumah Batik Adibusana, Harsono kepada wartawan, kemarin.

Dikatakanya, alasan memilih menggunakan bahan pewarna alami karena selain ramah lingkungan, limbah yang dihasilkan juga sangat mudah terurai. Sehingga tidak menyebabkan polusi.

“Hasilnya juga tidak kalah bagus dengan pewarna sintetis atau kimia. Biaya yang dikeluarkan juga lebih efisien,” jelasnya.

Harsono menyampaikan, jika usaha produksi batiknya tersebut adalah warisan dari orang tua, dan sudah dimulai sejak tahun 1978. Waktu itu produk yang dihasilkan masih relatif terbatas, yaitu hanya kain jarik dan selendang.

“Setelah sekian tahun menekuni usaha ini, sekarang usaha sudah mulai berkembang. Bahkan sehari bisa memproduksi 200-300 potong untuk batik tulis dan cap,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge