0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembakaran Lahan dan Hutan, Pemerintah Disalahkan

dok.merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – Anggota DPD Riau, Abdul Gafar Usman justru menyalahkan pemerintah atas terjadinya pembakaran lahan di sejumlah daerah. Menurutnya, jika pemerintah menjalin hubungan yang harmonis dengan pihak perusahaan, maka pembakaran lahan dan hutan tidak akan terjadi.

“Perusahaan harus dibuat nyaman, karena perusahaan beri sumbangsih kepada negara. Kalau perusahaan tenang, maka rakyat akan senang,” ujar Gafar, Sabtu (10/10).

Titik api yang kini menyebar pada dasarnya karena adanya pembiaran. Hal ini diungkapkan Gafar lantaran melihat kondisi masyarakat yang sebelumnya merasa tidak memiliki tanggung jawab terhadap kondisi lingkungan sekitar.

“Rakyat merasa tidak memiliki tanggung jawab. Kalau dia merasa tidak memiliki kan dia acuh. Yang tahu api kan masyarakat,” imbuhnya.

Berdasarkan kajian dari pakar kehutanan, kata dia, 90 persen pembakaran hutan di Indonesia karena persiapan lahan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir biaya yang akan dikeluarkan oleh perusahaan perorangan maupun pihak korporasi. Tidak heran, bila yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan termasuk persiapan lahan.

Namun, sangat miris bila pihak yang mencari keuntungan dengan mudah melakukan hal demikian. Akibat pembakaran lahan, Indonesia harus mengorbankan kesehatan masyarakat, ekonomi maupun pendidikan tunas muda.

Untuk memberikan kenyamanan kepada pihak perusahaan, Gafar mengaku menerapkan konsep NST, yaitu Nyaman, Senang dan Tenang. Dia menjelaskan, konsep ini akan dimulai dengan upaya pemerintah menjalin keharmonisan dengan pihak perusahaan dalam mengembangkan usahanya. Setelah terjalin hubungan yang nyaman, maka perusahaan akan memberi efek kepada masyarakat.

Menurut dia, kehadiran perusahaan yang akan membuat masyarakat menjadi senang. Setelah masyarakat senang berada di sekeliling perusahaan, maka terciptalah kondisi alam yang tenang. Jika konsep ini terealisasi, Gafar menjamin tidak ada namanya pembakaran lahan. Karena masyarakat dan perusahaan merasa bertanggungjawab antara satu sama lain termasuk lingkungan.

[ren]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge