0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Lima Tahun, Sawah di Solo Menyusut 50 Persen

foto: Agung Widodo

ilustrasi

Solo – Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Solo, Wenny Ekayanti menyebut, lahan pertanian kota Solo ditetapkan sebagai lahan lestari. Hal ini disebabkan luas areal persawahan di Kota Bengawan menyusut hingga 50 persen jika dibandingkan dengan lima tahun lalu.

“Luasannya paling tinggal sekitar 60 hektar saja,” ungkapnya, Sabtu (10/10).

Dikatakan, lahan yang tinggal segelintir itu tidak bisa dialihfungsikan sesuai dengan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah. Dia juga mengatakan tetap memberikan pendampingan terhadap para petani untuk terus menggarap sawah mereka.

Lahan persawahan ini kebanyakan berada di Kelurahan Kadipiro dan Kecamatan Jebres. Persawahan ini merupakan areal lahan kering yang mengandalkan air hujan. Dengan penyusutan areal ini, dirinya mengaku tidak terlalu khawatir, sebab kehidupan perekonomian Kota Solo memang bukan ditopang oleh usaha pertanian, melainkan perdagangan dan industri.

“Tetapi kita upayakan lahan ini tetap hidup, dan tetap menghasilkan, meskipun kontribusinya kecil,” kata dia.

Sementara Anggota DPR RI, Aria Bima mengatakan, meskipun kecil, pertanian lahan kering mampu berupaya secara mandiri, tanpa mengandalkan bantuan dari pemerintah. Karena itu pihaknya ingin agar pemerintah pusat memberikan perhatian khusus kepada pertanian lahan kering.

“Pertanian lahan kering selama ini menghasilkan 0,5 juta ton per tahun, kalau digarap secara serius dengan subsidi pemerintah, maka hasinya bisa kita tingkatkan, tak usah banyak-banyak, misal kita tingkatkan menjadi 2 juta ton per tahun, maka impor selama ini yakni 1,7 juta ton pertahun akan teratasi,” ungkap Aria Bima.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge