0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilgub DKI Jakarta

Adyaksa Dault Makin Mantap Tantang Ahok, Ini Alasannya

dok.merdeka.com
Adhyaksa Dault (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Setelah mendeklarasikan diri sebagai bakal calon gubernur DKI di Pilgub 2017, mantan Menpora Adyaksa Dault pernah mengunjungi Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota. Namun usai pertemuan itu, Adhyaksa membantah telah mendeklarasikan diri.

Bantahan ini pun dia sampaikan kepada Ahok. “Saya sampaikan, saya belum mendeklarasikan diri secara resmi, karena saya itu hanya didaulat oleh tokoh-tokoh nasional yang dikoordinir oleh Marwah Daud Ibrahim, dan Kiai Wahfiuddin Salam,” ujar Adhyaksa di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (29/9).

“Saya juga sudah sampaikan beberapa kali kepada gubernur (Ahok),” imbuhnya.

Entah apa yang menjadi alasan Adhyaksa malu-malu mengutarakan pencalonannya ke Ahok, yang diduga kuat bakal nyalon lagi. Namun yang pasti Adhyaksa tetap berdalih, “Saya belum deklarasikan sendiri”.

Jika dua pekan lalu Adhyaksa masih malu-malu, beda halnya dengan kemarin, ketika dia menerima dukungan dari para atlet nasional. Setelah kecewa kepada Ahok, dia menyatakan siap menantang calon incumbent itu di Pilgub DKI 2017.

Kekecewaan Adhyaksa itu terkait ucapan Ahok yang membeberkan isi pertemuan mereka beberapa waktu lalu, dan itu mengaitkan dengan SARA.

“Saya tidak pernah melontarkan isu SARA di rakyat, di koran atau media massa. Yang melemparkan pembicaraan saya dengan Pak Ahok kan, Ahok sendiri. Itu yang buat saya kecewa,” ucapnya lirih.

Meski demikian, menurutnya hal itu bukan persoalan besar. Dia tetap optimis melawan kandidat lain, termasuk Ahok.

“Saya kira semua lawan enggak ada masalah. Yang penting bagaimana menang dengan baik, kalah dengan baik. Tanpa menjelek-jelekkan dan tidak usah masuk pada isu SARA,” jelasnya.

Adhyaksa siap bertarung di Pilgub DKI 2017 meski tanpa kendaraan partai politik. Dia mengklaim siap mengumpulkan ratusan ribu hingga jutaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga Jakarta yang mendukungnya. Ini untuk memenuhi amanat UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

“Independen saya sudah siap. 525.000 KTP kan? Saya siap. Jangankan 525.000, 1 juta saya juga siap” kata Adhyaksa. [ren]

Sumber: merdeka.com

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge