0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bila Terus Merugi, Sony Bakal Keluar Dari Bisnis Smartphone Pada 2016

Dok: Timlo.net/ Mashable
Sony Xperia ZR (Dok: Timlo.net/ Mashable)

Timlo.net—Tahun 2016 akan menjadi titik penentu untuk divisi smartphone Sony Corp. CEO Sony Corp berkata jika tahun depan, produk smartphone mereka terus merugi, maka mereka akan mempertimbangkan pilihan untuk keluar dari bisnis itu.

Setelah bertahun-tahun mengalami kerugian, Chief Executive Kazuo Hirai melakukan restrukturasi pada perusahaannya. Hasilnya pun mulai terlihat berkat pemotongan biaya produksi dan penjualan divisi bisnis yang dianggap lemah. Salah satu divisi bisnis yang dianggap lemah yaitu divisi bisnis laptop Vaio akhirnya dijual. Sementara penjualan image sensor dan videogame juga kuat. Tapi bisnis smartphone mereka tetap berjalan lambat.

“Kami akan terus berada dalam bisnis ini selama kami berada dalam jalur dengan tujuan mencapai break even di tahun depan,” kata Hirai kepada sekelompok wartawan dilansir oleh Reuters. “Sebaliknya, kami belum menghilangkan pertimbangkan pilihan-pilihan alternatif,” tambahnya.

Sony dan perusahaan elektronik Jepang lainnya mengalami kesusahan untuk berkompetisi dengan para pesaing dari perusahaan Asia lainnya yang bisa menjual produk lebih murah. Selain itu mereka juga masih harus berkompetisi dengan Apple dan Samsung.

Smartphone Sony termasuk smartphone Xperia hanya menguasi 17,5 persen pangsa pasar di Jepang dan kurang dari 1 persen pangsa pasar di Amerika Utara.

“Saya memang meras jika bisnis elektronik kami mulai menunjukkan kemajuan. Hasil dari tiga tahun restrukturasi mulai terlihat,” katanya. “Tapi kami masih perlu melakukan restrukturasi di divisi smartphone,” terangnya.

Juru bicara Sony, Yoshinori Hashitani kemudian berkata jika perusahaan itu masi berada di jalur yang tepat dan bisa menghasilkan laba di tahun fiskal berikutnya lewat pemotongan biaya.

“Restrukturasi bisnis seluler berjalan sesuai rencana dan kami bertujuan menghasilkan laba di tahun fiskal berikutnya. Untuk sekarang, kami tidak berencana untuk mundur dari bisnis seluler,” katanya kepada Reuters.

 

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge