0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diduga Palsukan Dokumen, Anggota DPR RI Dilaporkan ke Polisi

timlo.net/agung widodo

Djowo Soemito Atmojo menunjukkan dokumen terkait penjualan aset miliknya

Sragen – Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karanganyar, Djowo Soemito Atmojo bakal melaporkan Anggota DPR RI asal Dapil Surakarta V berinisial ESH, ke polisi. Pasalnya ESH diduga melakukan pemalsuan dokumen saat dia menjadi tim kurator penjualan tiga aset tanah milik Djowo di Sragen tahun 2012 lalu.

“Saya akan melaporkan ESH ke Polres atas dugaan pemalsuan dokumen dalam penjualan aset saya kepada pembeli,” kata Djowo Soemito kepada wartawan, Kamis (9/10).

Djowo mengungkapkan, langkah untuk melaporkan ESH ke polisi diambil setelah ada putusan Mahkamah Agung (MA) atas perkara kasasi perdata khusus tentang sengketa antara Djowo sebagai penggugat dengan ESH sebagai tergugat I.

Dalam putusan MA No: 639.K/Pdt.Sus-Pailit/2013 itu, ESH sebagai kurator PT Indonesia Antique (dalam pailit) dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum karena menjual tiga bidang tanah atas nama Djowo. Tiga bidang tanah masing-masing seluas 725 meter persegi, 215 meter persegi dan 367 meter persegi yang terletak di Beloran, Sragen tersebut dijual kepada pengusaha asal Pungkruk, Sidoharjo berinisial SM.

Menurutnya, putusan kasasi MA itu juga menegaskan, tiga aset tanah yang dijadikan hak tanggungan kredit PT Indonesia Antique itu, masih tercatat atas namanya. Sedang dirinya bukan sebagai debitur pailit.

Sebagai informasi, kasus ini bermula ketika putra Djowo, Wahyu Hanggono, yang mengelola PT Indonesia Antique (pabrik mebel ekspor), memiliki kredit dengan pihak bank dengan jaminan 3 aset tanah atas nama Djowo. Karena hingga jatuh tempo tidak bisa membayar, akhirnya kurator melakukan penyelesaian dengan melelang dan menjual ketiga aset tanah tersebut.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge