0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ditinggal Jemput Anak, Toko Kelontong dan Penyewaan PS Ludes Terbakar

timlo.net/agung widodo

Warga berusaha memadamkan api saat kebakaran di sebuah toko kelontong di Dukuh Pantirejo RT 13, Desa Ketro, Kamis (8/10).

Sragen – Kebakaran kembali terjadi di wilyah utara bengawan. Setelah di Sukodono, kini giliran di Kecamatan Tanon, tepatnya di rumah milik Sutono (50), warga Dukuh Pantirejo RT 13, Desa Ketro, Kamis (8/10) sekira pukul 10.20 WIB. Diduga kebakaran terjadi akibat korsleting listrik.

“Api pertama kali diketahui dari bagian belakang rumah. Karena pemilik rumah juga menjual bensin untuk dijual,” kata Kapolsek Tanon, AKP Agus Jumadi mewakili Kapolres AKBP Ari Wibowo.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 75 juta. Dari informasi di lapangan, kebakaran terjadi saat rumah dalam keadaan kosong, lantaran Sutono bekerja, sedang sang istri Suwati baru menjemput anaknya di sekolah.

Menurut salah satu saksi mata, Setiyono, warga Dukuh Pantirejo, Desa Gabugan, api tiba-tiba muncul dari bagian belakang rumah. Angin yang bertiup kencang membuat api dengan cepat menghanguskan bangunan dan isi rumah yang juga menjadi toko kelontong dan penyewaan playstation tersebut. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Tanon dan pemadam kebakaran.

Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Warga lainnya mencoba mengeluarkan barang-barang seperti televisi dan tabung gas dan peralatan elektronik. Meski terlambat datang, empat unit mobil pemadam kebakaran memadamkan api dan memastikan tidak ada kobaran api lagi. Suwati sendiri syok, menangis histeris dan sempat pingsan saat mengetahui rumahnya ludes terbakar.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge