0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sengketa Ruko Bekas Praktek Mbah Hadi Terus Bergulir

dok.timlo.net/achmad khalikj
Kuasa hukum Anak Mbah Hadi, Asri Purwanti saat bertemu wartawan (dok.timlo.net/achmad khalikj)

Solo — Sengketa rumah praktek mantan Kepala Museum Radya Pustaka KRH Dharmodipuro alias Mbah Hadi di Jl Kiai Mojo, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo terus bergulir. Pihak terlapor, Yustina Yenni Wijayanti merasa tak terima dengan tudingan yang dilancarkan pihak pelapor yang menilai telah melakukan penipuan dan penggelapan.

“Pihak pelapor yang berkeinginan menjual tanah tersebut adalah Suharyadi, putera tunggal Mbah Hadi. Kliennya lantas menyanggupi membeli tanah di Jl Kyai Mojo, Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon tersebut, dengan cara diangsur,” kata Joko Sutarto, kuasa hukum Yustina Yeni Wijayanti, Joko Sutarto, saat dihubungi wartawan, Kamis (8/10).

Terkait sertifikat tanah milik keluarga Mbah Hadi yang selama ini sudah raib dan tak ditemukan, Joko mengaku, bahwa kliennya bersedia menguruskan kembali pembuatan surat-surat sertifikat tanah yang hilang tersebut. Namun yang menjadi pertanyaan, justru kliennya dituduh melakukan penipuan dan penggelapan.

“Jadi, keluarga Mbah Hadi mengaku kalau surat tanahnya telah hilang. Lalu, klien kami (Yenni) bersedia untuk menguruskan. Tapi kenapa malah justru dituduh melakukan penipuan dan penggelapan. Ini kan gak bener,” tandas Joko.

Disinggung luas tanah yang tidak sesuai dengan yang diperjual belikan, Joko masih enggan untuk membeberkan. Namun, pihaknya mengaku memiliki dokumen terkait prosedur yang dilakukan kliennya telah sesuai dengan hukum.

“Nanti akan kami tunjukkan. Kami memiliki semua dokumen-dokumen tentang jual beli tanah tersebut,” katanya.

Sementara, kuasa hukum Suharyadi, Asri Purwanti tetap bersikukuh tak akan mencabut aduannya kepihak polisi. Bahkan, dirinya juga telah melaporkan suami Yustina Yenni Wijayanti yakni Aiptu Koesmantoro ke Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Propam) lantaran dianggap ikut berperan dalam kasus tersebut.

“Setelah ini, saya juga akan menggugat keluarga Yenni secara perdata,” terang Asri.

Sebelumnya diberitakan, tanah milik keluarga Mbah Hadi seluas 679 meter di RT 004/ RW 005 saat ini tengah dalam gadaian. Tanah tersebut telah berpindah tangan dengan nama sertifikat tanah Yustina Yenni Wijayanti. Namun, sertifikat tersebut kini berada di tangan penebus atau pihak ketiga, yakni Sri Rahayu, warga Purwodadi lantaran telah dilelang ke Bank Mega Solo.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge