0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Layangkan Peringatan kepada Warga Bantaran Sungai

dok.timlo.net
Kepala Satpol PP Solo, Sutardjo (dok.timlo.net)

Solo – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo mengirimkan surat peringatan kepada sejumlah orang yang masih menempati bangunan di bantaran Bengawan Solo. Pasalnya pemilik bangunan ini masih bertahan di lokasi bantaran sungai, kendati telah menerima sejumlah uang ganti rugi relokasi dari pemerintah kota.

“Sudah kami layangkan surat peringatan kepada mereka untuk segera mengosongkan lokasi tersebut,” ungkap Kepala Satpol PP setempat, Sutarjo, Rabu (7/10).

Sutarjo mengatakan, surat peringatan ini merupakan tahap awal sebelum akhirnya warga harus meninggalkan bangunan milik mereka. Surat peringatan ini berlaku selama tujuh hari. Dia mengatakan jika surat peringatan pertama ini tidak diindahkan dirinya akan segera menyusulkan surat peringatan kedua dan ketiga.

“Kami masih akan melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan mengutamakan kemanusiaan,” kata dia.

Selain itu, Satpol PP juga memberikan tanda silang dengan menggunakan cat kepada bangunan yang pemiliknya ogah pindah dari wilayah itu. Sutarjo tidak merinci berapa jumlah warga yang masih bertahan di bantaran Sungai Bengawan. Dia hanya mengatakan mereka tersebar di Kelurahan Sewu, Pucangsawit dan Semanggi.

“Pemberian surat peringatan sudah kami koordinasi dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Bapermas PP PA dan KB). Selama ini warga telah kita beri kesempatan untuk membongkar sendiri bangunan milik mereka,” Katanya.

Sementara Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Relokasi Semanggi, Suparno HS, mengatakan, warga berdalih belum menemukan lokasi untuk pindah. Dirinya berharap warga bisa segera menemukan lokasi baru dan hengkang dari kawasan itu.

“Apalagi kan pemkot telah memberikan ganti rugi, sebaiknya segera pindah,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge