0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Merbabu Terbakar, Primata dan Harimau Turun Gunung

timlo.net/wahyu wibowo

Saeful Hidayat, Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan BTNG Merbabu Boyolali

Boyolali — Petugas Taman Nasional Gunung Merbabu tidak hanya terkonsentrasi upaya pemadaman api, namun juga memantau habitat hewan langka. Dikhawatirkan asap kebakaran hutan akan menganggu kehidupan hewan asli Merbabu. Seperti rek-rekan atau lutung abu, lutung hitam dan kera ekor panjang.

“Untuk rek-rekan sudah mulai turun, tapi masih di kawasan hutan lindung belum masuk ke pemukiman warga,” kata petugas teknis Pengendali Ekosistem Hutan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM), Saeful Hidayat, Rabu (7/10).

Dijelaskan, untuk rek-rekan paling sensitif asap dibandingkan lutung hitam dan kera ekor panjang. Sementara hingga saat ini, atau sepuluh hari kebakaran hutan Merbabu, pihaknya belum menemukan lutung hitam dan kera ekor panjang belum turun.

Sementara itu, BTNG Merbabu juga mendapat informasi turunnya harimau di wilayah Dukuh Tritis, Desa Lencoh, Selo dari warga. Namun setelah dilakukan penelusuran, hingga kini belum diketahui kepastian turunya harimau gunung tersebut.

“Masih kita telusuri,tapi warga kita minta untuk tetap waspada,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge