0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bom Air Siap Padamkan Kebakaran Hutan Merbabu

Hutan Gunung Merbabu terpantau di Dusun Wonodoyo, Desa Ngangrong, Ampel, berasap (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Balai Taman Nasional Gunung Merbabu dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, terus mematangkan rencana penggunaan water bombing atau bom air untuk memadamkan api. Rencananya bom air akan diangkut mengunakan pesawat Foker yang saat ini sudah standby di Landasan Adi Soemarmo.

“Pesawat hari ini sudah datang, kita tinggal mematangkan saja,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetya, Rabu (7/10).

Meski dinilai akan lebih efektif memadamkan titik-titik api, namun diakui masih ada kendala. Menurut Yoyok, panggilan akrabnya, kendala yang dihadapi terkait medan di kawasan hutan Gunung Merbabu. Diakui, sebenarnya lebih aman menggunakan helikopter dibandingkan dengan pesawat. Pasalnya, medan terbang di kawasan pegunungan, yakni Gunung Merbabu dengan Merapi yang tidak terpaut jauh.

“Jika terlalu tinggi, tidak akan efektif mematikan api, namun jika terbang terlalu rendah, ini sangat berbahaya, karena pesawat bisa menabrak gunung,” imbuhnya.

Untuk pengeboman ini dibutuhkan sebanyak 60 ribu liter air yang sudah disiapkan di Lanud Adi Soemarmo. Ada dua unit mobil tangki berkapasitas 6 ribu liter yang akan disiapkan, sedangkan kapasitas angkut tangki pesawat sekitar 3 ribu liter.

“Nanti kita akan lakukan sebanyak 10 kali,” ujarnya.

Titik hot spot yang menjadi sasaran pengeboman antara Dukuh/Desa Ngagrong, Kecamatan Ampel hingga Wekas Magelang. Sementara sembari menunggu pengeboman, upaya pemadaman manual yang dilakukan tim gabungan masih terus berlangsung.

Disisi lain, terkait water bombing, Kepala BTNGMb, Wisnu Wibowo menyatakan pemadaman kebakaran hutan Gunung Merbabu saat ini terkendala sulitnya medan. Sehingga pihaknya meminta bantuan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk melakukan pemadaman melalui udara atau water bombing.

“Sekarang masih kami urus izin-izinnya,” terangnya.

Sementara itu, petugas dan relawan yang saat ini melakukan pemadaman manual, untuk sementara diistirahatkan dulu  karena sangat kelelahan. Pantauan terakhir masih ada dua titik api, yakni di dekat Pos I dan di atas Dukuh Glagah, Desa Ngargoloka, Ampel. Api dilaporkan masih cukup besar, membakar vegetasi tegak di hutan lindung di atas Ngargoloka. Vegetasi yang terbakar di antaranya meliputi pohon puspa, akasia, cemara, pinus. Kebakaran hutan Merbabu sudah memasuki hari ke sepuluh dan luasan yang terbakar mencapai 270 hektar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge