0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polisi Usut Kasus Keracunan Massal di Panti Asuhan

(dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Korban keracunan makanan anak-anak Panti Pamardi Utomo, Boyolali, hari ini sudah mulai meninggalkan rumah sakit. Hanya satu anak yang masih dirawat di rumah sakit. Sementara pihak berwajib Polsek Boyolali Kota, mulai memeriksa sejumlah saksi terkait dengan musibah keracunan massal tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Boyolali Kota, Ipda Arifin, mengungkapkan ada empat orang yang diperiksa. Mereka adalah Ketua Panti, dua juru masak dan pemilik hajatan yang memberikan makanan ke panti. Dari hasil pemeriksaan sementara, pihaknya belum menemukan adanya unsur kesengajaan. Namun dugaan awal, ada kelalaian dari pihak panti.

“Kita melihat ada kelalaian dari pihak panti, namun masih kita lakukan penyelidikan,” tambah Ipda Arifin ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/10).

Dijelaskan, dari hasil keterangan pihak panti, makanan yang diberikan diterima Senin malam. Setidanya ada 15 menu makanan. Namun hanya bestek daging yang tidak dihidangkan saat makan malam. Hal ini karena menu makan malam sudah banyak. Bestek daging tersebut kemudian disimpan setelah sebelumnya dipanasi terlebih dahulu.

“Baru keesokan harinya (Selasa 6/10 pagi), bestek disajikan untuk sarapan pagi, dari 80 penguni panti hanya dua anak yang tidak memakan,” imbuhnya.

Dijelaskan, bila nanti dalam pemeriksaan ada unsure kesengajaan, pihaknya akan meningkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan. Namun pihaknya masih menunggu hasil laboratorium pemeriksaan muntah dari korban.

Sementara itu, korban keracunan yang berjumlah 57 anak, kondisinya sudah mulai membaik dan hanya satu yang masih dirawat di rumah sakit. Sedangkan untuk penghuni panti yang sudah dibawa pulang masih harus menjalani terapi dengan obat dari rumah sakit, untuk memulihkan kembali stamina tubuh mereka.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge