0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KAI Siapkan Kereta Api Pengangkut Sapi

dok.merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan menyiapkan kereta api untuk hewan sapi. Penyiapan armada ini seiring rencana dipindahkannya pelabuhan masuk impor sapi dari Tanjung Priok, Jakarta ke Tanjung Intan, Cilacap Jawa Tengah.

Manajer Corporate Communication PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono mengemukakan angkutan sapi impor dari pelabuhan Cilacap menggunakan kereta api ini sangat dimungkinkan, karena saat ini sudah tersedia jaringan rel menuju pelabuhan. Lokasi area stasiun karantina Cilacap juga hanya sekitar 100 meter dari jalur rel ke pelabuhan.

“Angkutan eksisting bisa dilaksanakan, tinggal melengkapi infrastruktur bongkar muat dan armada gerbongnya,” katanya, Selasa (6/10).

Meski begitu, diakuinya dalam menghadapi peralihan sapi impor dari Tanjung Priok ke Cilacap, diperlukan pengembangan infrastruktur rel di pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Untuk menjajaki angkutan sapi dari pelabuhan Cilacap, pihak PT KAI Daop 5 Purwokerto melakukaan koordinasi dengan Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Cilacap.

Surono mengemukakan, angkutan sapi dengan KA sejalan dengan keinginan Pemkab Cilacap dalam konteks pengurangan kepadatan di jalan raya. Surono menyebut, data stasiun Karantina Cilacap menunjukan, volume sapi yang masuk dari Australia ke pelabuhan Tanjung Intan terus meningkat.

“Jika pada tahun 2012, sapi yang masuk baru 18.085 ekor dari sembilan kali pengiriman, maka pada tahun 2013 meningkat menjadi 20.720 ekor dari 13 kali pengiriman. Kemudian di tahun 2014, jumlah sapi impor yang masuk mencapai 27.195 ekor dari 14 kali pengiriman. Sementara di tahun 2015 sampai awal Oktober, tercatat sebanyak 16.112 ekor sapi yang masuk dari delapan kali pengiriman,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Operasional Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap Dadang Abdulah mengatakan, seluruh sapi impor yang masuk ke pelabuhan Tanjung Intan selama ini dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan daerah Jawa Barat.

“Dari Cilacap, sapi-sapi dikirim ke lokasi penampungan di Wado, Malangbong. Setelah melalui proses karantina di Cilacap sekitar 10 hari, pengiriman sapi dari Cilacap ke Malangbong tersebut selama ini menggunakan truk dengan kapasitas 16 ekor per truk,” katanya.

Dadang juga menambahkan, jika rencana pengalihan pelabuhan masuk sapi dari Tanjung Priok ke Tanjung Intan terealisasi, volume sapi impor yang masuk ke pelabuhan Cilacap bisa meningkat lima kali lipat dari sekarang.

“Jumlahnya bisa mencapai 150.000 ekor sapi per tahun,” terangnya.

Lebih jauh, Dadang menambahkan, untuk rencana pengalihan tersebut, pihaknya harus menyiapkan kandang karantina dengan kapasitas 6 ribu ekor. Dia melanjutkan, kandang karantina yang ada saat ini hanya berkapasitas dua ribu ekor.

“Area yang kita siapkan kebetulan ada di sekitar jalur rel ke pelabuhan Cilacap, hal ini akan sangat memudahkan jika angkutan sapi akan menggunakan KA,” ucapnya.

Untuk angkutan sapi eksisting dari Cilacap ke Wado, Jawa Barat, stasiun KA terdekat adalah Bumiwaluya. Jarak dari stasiun Bumiwaluya sendiri ke penampungan sapi di Wado hanya sekitar 20 kilometer.

Kereta api barang angkutan sapi ke lintas selatan bisa membawa sampai 15 gerbong. Sedang kapasitas per gerbongnya antara 12-16 ekor sapi.

“Sekali angkut dengan KA, minimal bisa mencapai 180 ekor sapi,” jelasnya.

Guna mengangkut sekitar 10 ribu ekor sapi per bulan, jika terjadi pengalihan dari Tanjung Priok setidaknya harus disediakan dua rangkaian kereta api angkutan sapi dari Cilacap setiap harinya. Di samping ke Jawa Barat, nantinya angkutan sapi ini juga harus mensuplai kebutuhan DKI Jakarta dan Banten.

Angkutan sapi dengan kereta api ini, jelasnya, akan sangat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya.

“Bisa dibayangkan 360 ekor sapi yang diangkut dua KA per hari akan memerlukan 23 truk tronton berukuran besar,” jelasnya.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge