0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jamaah Haji Asal Klaten Hilang di Tanah Suci

Jamaah haji asal Jateng tiba di Bandara Adi Soemarmo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Boyolali — Salah seorang jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 70 Klaten, Sutatik Wongso Dimejo (80) dikabarkan hilang setelah tragedi Mina beberapa waktu lalu. Dirinya, dikabarkan telah menghilang selama 12 hari dan hingga saat ini belum kembali ke pemondokan di Mekah, Arab Saudi.

“Kami mendapat laporan bahwa yang bersangkutan telah 12 hari ini tidak pulang ke pemondokan setelah tragedi Mina beberapa pekan lalu,” kata Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Gentur Rachma Indriadi, Rabu (7/10) siang.

Sutatik, kata Gentur, merupakan warga Dukuh Tanjung, Desa Tanjung, Kecamatan Juwiring. Berdasarkan keterangan dari rombongannya, terakhir Sutatik terlihat menjalankan ibadah lempar Jumrah Aqobah di bawah lantai Mina.

“Yang bersangkutan tidak masuk ke dalam manifest jamaah korban yang hilang. Tapi, di lapangan menyebut Sutatik belum kembali,” terang Gentur.

Pihaknya meminta petugas di Tanah Suci terus mencari keberadaannya. Karena Sutatik berangkat menunaikan ibadah rukun Islam ke lima tidak bersama pendamping. Dia berharap wanita yang 80 tahun yang masuk Kloter 70 Embarkasi Solo itu, bisa ditemukan secepatnya.

“Ponselnya tidak bisa dihubungi. Tapi kami berharap ditemukan dalam kondisi sehat-sehat. Karena dipastikan tidak masuk manifes tragedi Mina,” katanya.

Saat ini, pihaknya juga masih mencari jamaah haji lain dari Embarkasi Solo yang belum diketahui keberadaaanya dari Kloter 62 asal Kota Semarang bernama Soegang Triyanto. Adapun suami dari Sri Prabandari itu, masuk daftar pencarian jamaah yang menjadi korban tragedi Mina.

“Kami juga masih intensifkan pencarian. Total ada dua orang yang belum kembali ke maktab,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge