0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Pembunuhan Neng, Kapolda Metro Jaya : Ini Alarm Penegak Hukum

merdeka.com

Kapolda Metro Jaya Tito Karnavian

Timlo.net — Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian mengatakan adanya peristiwa kekerasan dan pembunuhan yang dialami bocah 9 tahun menjadi alarm bagi penegak hukum, khususnya kepolisian. Kepolisian harus peduli terhadap keamanan anak-anak agar kejadian serupa tak terulang lagi.

“Beberapa kasus kekerasan kami prihatin, jangankan 40 kasus lebih. Satu kasus pun terjadi di Kalideres (jasad bocah 9 tahun dimasukkan ke kardus) itu harus jadi wake up call bagi semua polisi juga alarm bagi kita semua untuk lebih peduli keamanan anak,” kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (6/10).

Mantan Kapolda Papua ini menambahkan, untuk mengatasi kejahatan terhadap anak, setiap elemen harus bisa bersinergi, bukan hanya pemerintah tapi juga tokoh masyarakat, keluarga, dan lain-lain.

“Di samping itu juga harus memikirkan upaya pencegahan termasuk rehabilitasi orang-orang yang mengalami psychoseksual,” ujarnya.

Kalo kita lihat dalam kasus ini, sambung Tito, memang titik utama perhatian kita kemungkinan ada kekerasan seksual pada bagian alat vital, alat kelamin. Ini bisa terjadi karena dua hal, bisa terjadi karena persetubuhan atau benda keras lain yang masuk. Kalau persetubuhan ada kelainan psychoseksual, ini untuk anak-anak disebut (pedofil). Pelaku mencoba untuk mempersempit ruang lingkup penyelidikan.

“Disisi lain Kita pelajari betul pola pelaku-pelaku pedofilia. Mereka punya karakter tersendiri, unik berbeda dengan yang lain. Pelaku Ini menjadi ancaman bagi masyarakat juga terutama anak-anak. Sehingga Kita perlu melakukan langkah-langkah komprehensif juga upaya penegakan hukum dan preventif. Jadi anggota keluarga-keluarga yang memiliki potensi adanya kelainan ini yaitu kelainan pedofil sama dengan kelainan psyco seksual yang lain seperti dengan teman sejenis misalnya,” papar Tito.

“Saya kira semua pihak perlu memikirkan upaya pencegahan agar kekerasan tidak terjadi termasuk dengan upaya rehabilitasi ke orang-orang yang mempunyai potensi gangguan psyco seksual,” imbuhnya.

Tito menegaskan khusus untuk kasus tentu kita akan berusaha sekuat tenaga dari Polda agar selain untuk keadilan dan melindungi anak-anak lain supaya jangan menjadi sasaran.

“Kita enggak mau langsung ke teknis, yang jelas strategi penyidikan kemungkinan besar pelaku ada tanda-tanda persetubuhan artinya masuknya alat kelamin pria ke dalam alat kelamin wanita sehingga terjadi hubungan seksual dipaksakan. Karena korbannya anak-anak, maka pelaku ini ada kemungkinan gangguan kejiwaan,” tandasnya.

Lebih jauh, jenderal bintang dua ini mengatakan strategi kita yakni akan mencari orang-orang memiliki potensi yang ada di sekitar lingkungan korban yang mengalami gangguan kejiwaan, karena tidak banyak saya kira orang-orang seperti ini. Polisi hingga saat masih mempelajari pola dan karakteristik pelaku.

“Polisi sedang bekerja keras, banyak sekali jejak-jejak yang ditinggalkan pelaku. Karena itu akan menjadi strategi kita mengarah ke arah mana, teknisnya seperti apa, soalnya DNA dan lain-lain saya kira untuk penyidikan tidak akan kami buka (tertutup) hanya minta doa supaya cepat terungkap,” pintanya.

[amn]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge