0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anak Enggan Sekolah, Bapak Pukul Anak Hingga Berdarah

Ilustrasi Penganiayaan

Solo — Tindak kekerasan khususnya terhadap anak di bawah umur nampaknya masih sering terjadi. Tak segan, orang tua anak melakukan tindakan fisik hingga mengakibatkan si anak terluka. Seperti yang disaksikan oleh salah seorang anggota Denpom IV/4 Solo, Kopral Kepala (Kopka) Partika Subagyo Lelono pada Selasa (6/10) pagi.

Waktu itu, dirinya sedang berolah raga dikawasan Jalan Sugiyopranoto tepatnya didepan SD Marsudirini Solo. Tiba-tiba, dirinya dikejutkan dengan tindak kekerasan yang dilakukan seorang pria yang memukul anak kecil di dalam mobil. Melihat hal tersebut, dirinya sempat mengingatkan pria yang mengaku sebagai ayah korban. Sempat terjadi adu mulut antara Kopral Bagyo (panggilan akrab Partika Subagyo Lelono-Red) dengan pria itu. Namun, selang beberapa saat pria itupun pergi dengan menggunakan mobil jenis Mitsubishi Mirage H 7220 XY.

“Kemungkinan besar anak kecil yang dianiaya oleh pria yang mengaku ayahnya tersebut merupakan siswi SD Marsudirini,” kata Kopral Bagyo.

Sementara, salah seorang guru SD Marsudirini, Supriyanti mengaku kalau permasalahan tersebut dipicu lantaran si anak yang diketahui berinisial TL (9) siswi kelas 4 tersebut enggan masuk sekolah. Namun, tindakan yang dilakukan oleh orang tua siswi juga tidak dibenarkan.

“Tadi siang, orang tua si anak sudah menemui saya. Memang, waktu itu ia lagi emosi lantaran si anak enggan masuk sekolah dan sering bolos sekolah,” kata guru yang sekaligus wali kelas 4D tersebut.

Seharusnya, lanjut Suprihatin, orang tua tidak boleh menggunakan tindakan fisik saat mendidik si anak. Terlebih, waktu itu bibir si anak mengalami luka hingga berdarah. Suprihatin menyarankan kepada pihak orang tua supaya mencari penyebab buah hati mereka enggan untuk masuk sekolah.

“TL ini anak baru. Dia baru masuk sekolah sejak awal tahun ajaran baru kemarin. Sebelumnya, TL sekolah di Semarang. Karena ayahnya harus mengemban tugas disini (Solo-red) maka terpaksa TL harus melanjutkan pendidikan di sini,” ungkap Suprihatin.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge