0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Alasan Pemkot Solo Naikkan Tamsil PNS

dok.timlo.net/setyo pujis
Pj Walikota Solo Budi Yulistianto (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo beralasan kenaikan tambahan penghasilan (Tamsil) PNS sebesar Rp 15,7 miliar yang diajukan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2016 untuk mengurangi kesenjangan pendapatan diantara PNS. Kenaikan Tamsil diusulkan sebesar Rp 200.000/orang per bulan untuk staf PNS.

“Kenaikan itu hanya untuk staf PNS golongan I, II dan III saja. Untuk pejabat struktural tidak ada kenaikan. Karena jumlah staf PNS sekitar 3.000-an, maka proyeksi kenaikannya bisa sampai Rp 15,7 miliar,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Solo, Budi Yulistianto, kepada wartawan, Selasa (6/10).

Jika usulan kenaikan Tamsil nanti disetujui DPRD, Tamsil yang diterima PNS menjadi Rp 1 juta per orang, mulai 2016. Saat ini, besaran Tamsil PNS sebesar Rp 800.000, di luar gaji pokok yang diterima. Usulan kenaikan Tamsil sejalan dengan kebijakan Pemkot yang menaikkan Tamsil secara berkala sejak 2013.

“Kenaikan Tamsil staf PNS ini agar tidak ada kesenjangan,” ujarnya.

Ditanya apakah kenaikan Tamsil akan diikuti dengan peningkatan kinerja PNS, Budi mengungkapkan, kenaikan Tamsil pastinya bakal diikuti dengan peningkatan kinerja. Ia mengklaim, sudah memiliki parameter untuk mengukur kinerja PNS. Namun demikian, ia menyerahkan penilaian kinerja PNS kepada masyarakat.

“Kinerjanya (PNS) silahkan masyarakat saja. Kalau saya bilang baik tidak pas, saya bilang buruk ya nanti PNS lainnya bisa marah dengan saya. Jadi, ya silahkan saja masyarakat menilai. Parameternya ada. Kalau PNS telat apel saja, (Tamsilnya) dipotong juga,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemkot mengajukan kenaikan Tamsil PNS dalam KUA PPAS APBD 2016 secara drastis. Pemkot mengajukan anggaran Tamsil sebesar Rp 92,85 miliar. Ajuan anggaran itu naik sebesar Rp 15,7 miliar, dari anggaran Tamsil di APBD 2015 yang hanya sebesar Rp 77,01 miliar. Kalangan DPRD Solo menolak kenaikan Tamsil tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge