0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Serentak Lebih Mahal?

dok.merdeka.com

Juri Ardianto

Timlo.net – Biaya pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2015 diklaim lebih mahal. Kenaikan biaya pilkada lantaran kenaikan harga setelah lima tahun sebelumnya dan waktu penyelenggaraan makin panjang.

“Kita hitung akumulasi dari pemilu sebelumnya yang jumlah semakin besar. Mengingat jumlah pemilih naik, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) bertambah, biaya sosialisasi,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Juri Ardianto, Selasa (6/10).

Selain itu, kata Juri, biaya pemilu mahal karena kenaikan jumlah petugas dengan honornya.

“Adapula waktu penyelenggaraan makin panjang, biaya untuk keamanan dari Polri, honor Linmas, biaya untuk Bawaslu, Panwaslu dan termasuk program-program yang dibuat oleh satuan kerja Pemda yang berkaitan dengan Pilkada, serta ada penambahan daerah pemilu,” katanya.

Juri menuturkan bahwa dengan biaya pilkada yang mahal, KPU berkomitmen untuk meningkatkan kualitas kontestasi politik tersebut, yakni dengan meningkatkan pelayanan yang adil dan maksimal untuk pemenuhan hak-hak pemilih.

“KPU berkomitmen akan melanjutkan dan meningkatkan apa-apa yang baik dan sudah dilakukan pada pemilu legislatif dan pilpres 2014. Agar pemilih dapat memakai hak-haknya untuk menggunakan memilih dengan bebas,” jelas dia.

Seperti diketahui, Pilkada 2015 putaran pertama akan berlangsung serentak di 269 daerah pada Desember mendatang. Dari 269 daerah, hanya 9 provinsi yang menyelenggarakan pemilihan gubernur.

[ren]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge