0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dituduh Merokok, Buruh Pabrik Dipecat Tanpa Pesangon

dok.merdeka.com

Buruh melakukan aksi demonstrasi

Timlo.net – Lima buruh PT Prakarsa Alam Segar (PAS) Kota Bekasi, Jawa Barat dipecat gara-gara dituduh merokok di sekitaran kantor. Tak hanya itu saja, karyawan yang bernama Sunaryo, Hendi, Afififahmi, Ridwan, dan Burhanudin juga tidak mendapat pesangon dari perusahaan.

Akibatnya, sekitar 50 buruh melakukan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Mandiri (SPM) melakukan aksi solidaritas dan mengadukan pemecatan sepihak tersebut ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Jalan Surapati, Kota Bandung, Selasa (6/10).

Mereka juga menyebarkan selebaran kertas kepada pengendara yang melintas atas ketidakadilan yang diterima buruh.

“Ada lima orang teman kami dipecat tanpa pesangon karena dituduh merokok,” ujar Koordinator aksi, Yunus Ardiansyah, kepada wartawan, Selasa (6/10).

Dia menerangkan, aksi sewenang-wenang perusahaan melakukan pemecatan tersebut berlangsung pada 2014 akhir tahun lalu. Saat itu menurutnya, buruh baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan istirahat di tempat makan yang sebenarnya berada di luar pabrik.

Namun manager perusahaan tersebut memergoki mereka saat sedang berada di tempat makan. Ada 16 yang saat itu berada di tempat istirahat tersebut.

“Akhirnya mereka semua di BAP,” ungkapnya.

Namun dari 16 pekerja, lima di antaranya dianggap terbukti merokok hingga akhirnya dilakukan pemecatan. Tanpa ada peringatan satu atau dua, pemecatan sepihak dilakukan perusahaan.

Kebijakan tersebut dinilai tidak adil. Apalagi perusahaan tidak menemukan bukti rokok di lokasi. Selain itu mereka juga beristirahat di luar area pabrik.

“Kami tahu ada larangan merokok, namun ternyata ada aturan baru yang lebih ketat. Tapi, aturan ini minim sosialisasi sehingga tidak diketahui para buruh,” ucapnya.

Mengapa dia mengadukan pemecatan tersebut ke PHI, karena Disnaker Kota Bekasi tidak mengindahkan aduannya tersebut.

“Kami datang ke sini agar mendapatkan keadilan,” jelasnya.

Pihaknya menduga kasus PHK sepihak ini merupakan akal-akalan perusahaan untuk mengurangi jumlah karyawan. Sebab, kejadian PHK sudah sering dilakukan terutama kepada karyawan lama yang sudah berusia lanjut. Lanjut dia, perusahaan tersebut mempekerjakan sekitar 7.000 orang.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge