0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TimloMagz

Anna Tamara Sungkar, Berkelana Sampai Negeri Jiran

foto: David

Anna Tamara

Timlo.net – Pengalaman organisasi dan hidup mandiri semasa kuliah di negeri orang menjadi bekal bagi Anna Tamara Sungkar dalam meniti karir. Sebagai Public Relation (PR) Hotel Aston Solo, Anna terus belajar dan enggan berpuas diri.

Lulus dari jurusan keuangan Universitas Multimedia, Kuala Lumpur, Malaysia di tahun 2011, Anna memutuskan kembali ke Indonesia. Meski lulusan luar negeri, Anna sempat kesulitan menemukan pekerjaan di Indonesia. Nasib baik akhirnya berpihak. Ia diterima bekerja di Hyatt Hotel, Yogyakarta.

“Waktu itu, di Hyatt, posisi finance sedang tidak kosong. Saya diarahkan HRD untuk di PR (Public Relations-red). Saya ditempatkan di manajemen trai­ning. Selama hampir satu tahun saya dirooling ke beberapa tempat. Jadi operator, guest servis. Tidak sampai satu tahun, saya ditempatkan di PR,” kata Anna saat temui Timlomagz, akhir bulan lalu.

Persinggungan perempuan kelahiran Solo, 5 November 1988 ini dengan du­nia hotel sebetulnya bukan barang baru. Menjelang lulus, Anna sempat magang di Sheraton Internatonal, Kuala Lumpur. Pengalaman magang di hotel bertaraf internasional memberinya banyak penga­laman di bidang perhotelan. Terlebih, saat magang, Anna mencoba di beberapa departemen.

Kuliah jauh dari orang tua selama empat tahun di Kuala Lumpur membuat Anna harus hidup mandiri. Selama di tinggal di negeri Jiran, orang tua Anna juga tidak pernah mengunjunginya. Orang tuanya hanya datang ke Malaysa saat Anna wisuda.

Pengalaman organisasi saat kuliah juga membantu Anna memulai karirnya. Semasa kuliah, istri Erick Sungkar ini memang tidak semata-mata kuliah. Ia mengikuti beberapa organisasi mahasiswa Indonesia. Tidak hanya sekedar menjadi anggota, Anna bahkan menjadi pengurus.

Di Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) misalnya, putri pasangan Awad Sungkar-Ema Sungkar ini dipercaya sebagai Bendahara. Anna juga ikut Student Representatif Council, organisasi seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di kampus Indonesia.

Saat menjadi PR di Hyatt itulah pe­ngalaman organisasi itu diterapkannya. Sebagai PR, Anna diminta memimpin sebuah event.

“Waktu itu, sebagai PR, saya ditunjuk mimpin satu event. Waktu itu di Hyatt belum ada event besar kayak konser. Dita­nya, kamu bisa event nggak? Owh bisa pak, saya suka event. Mungkin karena pernah punya pengalaman organisasi tadi. Akhirnya, saya menjadi event coordinator. Jadi, PR plus event coordinator. Sejak itu, Hyatt sudah tidak kerjasama lagi sama EO,” jelas dia.

Satu tahun di Yogyakarta, Anna rindu kembali ke Solo. Sebagai putri kelahiran Solo, Anna ingin lebih mengenal kota kelahirannya. Ketika ada kesempatan berkarir di Hotel Aston Solo, Anna tidak mau me­nyia-nyiakannnya. Ia memutuskan resign dan masuk di Aston sekitar tahun 2012.

Kini, perempuan keturuan Yaman ini merasa menemukan passionnya sebagai PR. Bagi Anna, seorang harus bisa menjaga pembawaan diri. Hal itu karena seorang PR merepresentasikan perusahannya.

“PR adalah wajah dari perusahaan. Sebisa mungkin ya dia menjalin hubu­ngan baik. Sebaiknya kita juga tetap sederhana, merasa kurang dengan menjadi pende­ngar yang baik. Jangan mudah berpuas diri,” tutupnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge