0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ubur-ubur Bawa Berkah di Cilacap

dok.merdeka.com

Sejak beberapa hari terakhir, nelayan di Cilacap panen ratusan ton ubur-ubur.

Timlo.net – Sejak beberapa hari terakhir, nelayan di Cilacap panen ratusan ton ubur-ubur.  Seorang pengelola usaha ekspor-impor ubur-ubur di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC), Afui (50) mengemukakan dalam sehari, bisa mengumpulkan hingga 100 ton ubur-ubur dari nelayan.

“Ubur-ubur yang ditangkap nelayan merupakan ubur-ubur matahari yang bisa dikonsumsi. Kalau tempat kami muat, mungkin bisa sampai ratusan ton. Tetapi karena terbatas tempatnya, paling hanya 50 ton saja,” ujarnya, Senin (5/10).

Lebih lanjut, dia mengemukakan harga beli ubur-ubur dari nelayan sekitar Rp 1.200 per kilogram.

“Untuk satu kilogram, kami membeli dari nelayan sekitar Rp 1.200. Tetapi, satu ekor ubur-ubur biasanya bisa mencapai berat hingga dua kilogram,” tuturnya.

Selama ini, jelasnya, ubur-ubur menjadi salah satu komoditas ekspor hasil laut yang dikirim ke beberapa negara di kawasan Asia Timur, seperti Cina, Hongkong, Taiwan dan Jepang. Namun sebelum diekspor, ubur-ubur harus diolah terlebih dahulu.

“Minimal butuh waktu hingga 10 hari hingga kering. Biasanya kalau untuk ekspor, bisa satu kontainer hingga 1.100 ember, untuk satu ember beratnya bisa mencapai 18 kilogram. Biasanya ubur-ubur ini dijadikan makanan ketika sudah dikirim,” kata Afui.

Diakuinya, panen ubur-ubur biasanya akan berlangsung selama dua hingga tiga bulan.

“Biasanya panen ubur-ubur bisa sampai dua hingga tiga bulan, tetapi bergantung pada cuaca juga,” jelasnya.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge