0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banyak Hotel di Solo Tak Dilengkapi CCTV

dok.timlo.net/achmad khalik
Hotel yang menjadi TKP pembunuhan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Yayasan Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (Spek-Ham) menilai masih banyak hotel kelas melati di Kota Solo yang belum memasang CCTV untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan. Mengingat, beberapa waktu terakhir sering terjadi kasus kekerasan hingga berujung kematian di sejumlah lokasi, khususnya di hotel kelas menengah ke bawah tersebut.

“Pihak pengelola hotel seharusnya memberikan rasa aman dengan memasang CCTV di sejumlah titik hotel. Supaya jika terjadi hal tak diinginkan segera dapat terungkap,” kata Manager Divisi Kesehatan Masyarakat Spek-Ham, Rahayu Purwa saat dihubungi wartawan, baru-baru ini.

Dengan demikian, lanjut Rahayu, pengelola hotel tidak hanya mengeruk untung semata dan mengabaikan keselamatan pelanggan. Pengelolaan hotel yang berada d ibawah penanganan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) seharusnya menerapkan syarat khusus terkait pemasangan CCTV. Pasalnya, telah berulangkali kejadian yang mengakibatkan kematian di dalam hotel..

“Seharusnya ada syarat khusus untuk pihak pengelola hotel. Minimal, harus ada CCTV yang terpasang,” jelas Rahayu.

Disinggung kasus pembunuhan yang terjadi di Hotel Avita Asri dengan korban Ika Octaviana, Rahayu mengaku posisi perempuan dalam hal ini sebagai korban. Posisi kemiskinan perempuan, keterbatasan akses pendidikan bagi korban yang juga penyandang tuna wicara ini miskin akan pengetahuan dan ketrampilan. Peran negara yang dinilai lemah dalam memberikan perlindungan bagi difabel. Hal tersebut juga menjadi deretan kondisi kerentanan perempuan difabel terjun ke dunia prostitusi. Pihaknya berharap pelaku segera dapat ditemukan. Untuk selanjutnya diberikan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

Sementara, Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Danu Pamungkas mengaku, pihaknya masih terus berupaya menangkap pelaku. Berdasarkan informasi yang dihimpun di Labfor RSUD Dr Moewardi Solo, tubuh korban bagian kepala saat diangkat dalam kondisi lemas serta miring ke kanan. Bagian mata serta gigi mengalami perubahan struktur, diduga korban merasa kesakitan meskipun tubuh luar korban tidak ditemukan luka. Kondisi ini menunjukan pelaku sengaja menutup bantal kepala korban dari belakang disela berhubungan badan. Hal ini membuat kondisi lemas karena kekurangan oksigen.

“Hasil visum menunjukkan korban tewas kehabisan napas. Saat ini, pelaku masih kami buru,” kata Kasat.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge