0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cukai Rokok Dinaikan, Ancaman PHK Kian Rentan

Rokok kretek

Solo – Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makan dan Minum (FSP RTMM) Solo, mengeluhkan kebijakan pemerintah yang akan menaikan cukai rokok ditahun depan. Pasalnya dengan adanya kebijakan tersebut industri rokok akan semakin sulit berkembang dan buruh yang akan menjadi korban.

“Dengan rencana dinaikanya cukai rokok sebesar 23 persen oleh pemerintah, tentu beban perusahaan akan semakin berat. Dengan kebijakan itu ancaman PHK terhadap karyawan akan semakin rentan,” ujar Ketua FSP RTMM Solo, N Ahmad Yasir, Senin (5/10).

Dirinya mengatakan, dengan lesunya kondisi perekonomian serta gencarnya kampanye anti rokok yang terjadi sekarang ini membuat penjualan di industri rokok menengah atas turun sekitar 10 persen. Oleh karena itu tak sedikit perusahaan yang terpaksa melakukan PHK terhadap karyawanya.

“Dengan situasi yang sekarang ini perusahaan serba sulit. Karena sebagian komponenya yang digunakan masih banyak yang impor. Sehingga biaya yang dikeluarkan semakin membengkak,” jelasnya.

Selain itu dia juga menyampaikan, jika pemerintah mestinya melakukan pengkajian ulang terhadap kebijakan yang akan diberlakukan tersebut. Karena akan berdampak kepada naiknya harga jual dan daya beli masyarakat semakin turun.

“Pemerintah sabaiknya juga mempertimbangkan karyawan yang ada dalam industri tersebut. Karena jika kebijakan yang dikeluarkan justru memberatkan industri tentu dampaknya buruknya akan ada banyak PHK,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge