0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diduga Lakukan Pungutan Seragam, 10 SMPN Dipolisikan

timlo.net/aditya wijaya

Formas Pepak melaporkan pungutan seragam SMPN 1 Ngawen Klaten di Mapolsek Ketandan

Klaten – Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Klaten (Formas Pepak) mengadukan puluhan SMP Negeri (SMPN) ke Mapolres Klaten. Mereka diterima penyidik kepolisian di ruang Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim), Senin (5/10).

”Kami datang melaporkan 10 Kepala Sekolah SMPN di Klaten yang diduga melakukan pelanggaran pengadaan seragam,” kata Koordinator Formas Pepak Purwanti, Senin (5/10).

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, sekolah dilarang mengadakan seragam untuk siswa.

”Pendidik dan tenaga kependidikan, baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di satuan pendidikan,” jelas Purwanti.

Pihaknya menerima laporan dari orangtua murid tentang pungutan uang seragam yang berbeda-beda di masing-masing SMPN dengan kisaran harga Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta. Disisi lain bila membeli sendiri di toko untuk pakaian seragam sekitar Rp 300 ribu sampai 400 ribu.

Adapun10 Kepala Sekolah SMPN yang diadukan dalam surat bernomor 06/fmppk/X/2015 itu antara lain, SMPN 4 Klaten, SMPN 1 Wonosari, SMPN 1 Kalikotes, SMPN 1 Wedi, SMPN 1 Ngawen, SMPN 2 Pedan, SMPN 1 Gantiwarno, SMPN 1 Karanganom, SMPN 1 Kebonarum, dan SMPN 1 Manisrenggo.

Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) III Satreskrim Polres Klaten, Ipda Sumardi mengaku baru pertama kali menerima aduan seragam sekolah. Pihaknya akan menindaklanjutinya bila alat bukti dan berkas-berkas yang dibutuhkan sudah lengkap.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge