0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tak Ingin Rusak WTP, Banggar Lanjutkan Bahas KUA-PPAS

Dok.Timlo.net/daryono
Ketua DPRD Solo, Teguh Prakosa (Dok.Timlo.net/daryono)

Solo – Setelah sempat menyatakan menolak membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2016, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Solo memastikan bakal melanjutkan pembahasan KUA PPAS.

“Permintaan penundaan pembahasan KUA PPAS kemarin itu sebenarnya bagian fungsi pengawasan penggunaan anggaran. Desakan penyelesaian hibah itu agar eksekutif tidak menyepelekan apa yang disepakati dalam APBD Perubahan 2015,” kata Ketua Banggar yang juga Ketua DPRD Solo, Teguh Prakosa kepada wartawan, Senin (5/10).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Jumat (2/10) lalu, rapat internal Banggar menyepakati penundaan pembahasan KUA PPAS APBD 2016. Alasannya, hibah kemasyarakatan di APBD 2015 belum dicairkan oleh Pemkot. Kalangan Banggar berpendapat, pencairan hibah semestinya sudah tidak ada kendala.

Terkait penundaan pembahasan, Teguh menerangkan telah mengundang anggota Banggar, pimpinan komisi dan pimpinan fraksi. Disepakati, pembahasan KUA PPAS APBD 2016 tetap dilanjutkan.

Keputusan melanjutkan pembahasan KUA PPAS, lanjut Teguh, juga untuk memastikan persetujuan APBD 2016 tidak terlambat. Terlebih, Pemkot sudah memperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Kementerian Keuangan lima kali berturut-turut.

“Jangan sampai sudah lima WPT berkali-kali kemudian disclaimer. Sanksinya bisa enam bulan tidak terima gaji,” jelas dia.

Terkait kelambanan pencairan hibah, kata Teguh, DPRD sudah memanggil Pemkot, Senin (5/10) siang. Pemanggilan itu untuk mengetahui penyebab kelambanan pencairan hibah.

“Pencairan hibah kan menyangkut kepentingan kita juga. Kita ini sering di bawah dan ditanya, kok hibah RT/RW belum cair,” ujar dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge