0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

6 Kelompok Teater SMA Ikuti Workshop Penulisan Naskah

dok.timlo.net/heru murdhani
Pementasan Naskah Dongeng Terakhir, Teater Kosong SMA Negeri 1 Solo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo —  Kurangnya produktivitas naskah-naskah teater baru di kalangan pelaku teater membuat keresahan di antara seniman teater. Terutama produksi naskah dikalangan pelajar. Karena itu, Taman Budya Jawa Tengah (TBJT) mengadakan workshop penulisan naskah teater bagi pelajar SMA.

“Kita prihatin dengan kondisi naskah teater sekarang ini. Sangat jarang ditemui kelompok-kelompok teater yang membuat naskahnya sendiri, karena itulah kita buat acara ini,” ungkap salah seorang panitia, Hanindawan Sutikno, Minggu (4/10).

Workshop penulisan ini diikuti oleh 6 kelompok teater, yakni kelompok Teater Kosong SMAN 1 Solo, Teater Golek SMAN 4 Solo, Teater Tulang SMAN 6 Solo, Teater Prodo SMA Batik 1 Solo, Teater 9 SMKN 9 Solo, Teater Biroe SMA Pangudi Luhur St Yosef Solo. Selain penulisan naskah, kelompok teater ini masing-masih harus mempresentasikan naskahnya kedalam bentuk pementasan teater.

“Perkembangan aktor dan pementasan teater tidak semenggembirakan perkembangan naskahnya. Acara ini untuk menjaring teman-teman yang berminat dengan penulisan naskah,” tambahnya.

Penulisan naskah ini dilakukan dengan memacu imajinasi peserta dengan menggunakan cerita pendek. Hal ini dilakukan untuk mempermudah kerangka penulisan naskah, lantaran alur cerita sudah tersedia.

“Jadi kita beri cerpen, kemudian kita minta peserta untuk membuat naskah drama dari cerpen itu. Tapi bagi peserta yang sudah memiliki cerita sendiri, dipersilakan untuk membuat naskahnya sendiri,” papar Hanindawan.

Salah seorang peserta, Rismanu Andang Harjanto mengaku senang dengan workshop ini. Dia mengatakan memang pada awalnya susah dalam membuat alur cerita naskah, namun setelah mencoba ternyata menyenangkan membuat naskah sendiri.

“Asik sekali ternyata bisa membuat naskahnya sendiri, apalagi setelah dipentaskan, kita bisa mengerjakan apa yang menjadi imajinasi kita selama ini,” ungkapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge