0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tukar Guling Bermasalah, Ini Penjelasan Joko

foto: Agung

Eks Kades Joko

Sragen – Mantan Kepala Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Joko Widodo berkeyakinan bahwa tukar guling tanah kas desa yang dia lakukan telah melalui prosedur yang sah. Menurutnya tukar guling itu dilakukan tahun 2007 ketika masih mengacu pada otonomi daerah.

“Itu sudah lewat prosedur, aturan yang ada. Dengan adanya otonomi daerah saya mengacu pada aturan yang ada saat itu,” kata Joko Widodo saat ditemui di rumahnya, kemarin.

Joko mengungkapkan, dirinya tidak mempunyai tujuan untuk merugikan pemerintah desa atau pihak lain atas dilakukannya tukar guling itu. Apalagi tanah bekas balai desa seluas 1200 meter persegi dia tukar guling dengan tanah sawah produktif dengan luas 3500 meter persegi. Tanah balai desa yang sekarang ditempatinya inilah yang kemudian menjadi masalah.

Joko juga mengaku siap untuk dipanggil pihak DPRD Sragen atau Inspektorat Sragen untuk memberikaan keterangan terkait tukar guling tersebut.

“Oh siap! Sampai di mana pun saya siap. Masalahnya nggak ada tujuan untuk nyerobot merugikan pihak Pemdes,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Kades Joko Widodo telah melakukan tukar guling antara tanah kas desa (dulu Kantor Balai Desa Karanganyar) seluas 1200 meter persegi dengan sebidang tanah miliknya, seluas 3500 meter persegi. Yang jadi masalah adalah, tanah kas desa itu kemudian dipakai untuk kepentingan pribadi mantan Kades, yakni didirikan rumah yang sekarang ditempati. Pasalnya dalam aturan yang ada tanah tukar guling tersebut tidak diperbolehkan untuk kepentingan pribadi.

Berdasarkan Permendagri No. 4 Tahun 2007, proses tukar guling harus mendapat ijin dari provinsi, yakni Gubernur Jawa Tengah. Sebelum diajukan ke gubernur terlebih dahulu harus ada rekomendasi camat dan persetujuan bupati. Selanjutnya baru bisa dilaksanakan tukar guling.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge