0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kepala BKKBN Akui Program KB Gagal

Presdir PT Bayer Indonesia Asharf Al-Quf (kiri), Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty (kedua dari kiri) dan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman (kanan) ketika memberikan keterangan pers di Balai Desa Pringanom, Kecamatan Masaran (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty mengakui program KB gagal setelah masa Orde Baru (Orba). Sementara Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman mengusulkan agar struktur kerja di BKKBN dikembalikan ke Orba.

“Dalam kesempatan ini saya usulkan, mumpung ada Pak Kepala BKKBN, tolong usulkan ke presiden agar struktur organisasi BKKBN dikembalikan ke jaman Orde Baru agar lebih fokus. Tidak seperti sekarang ini hanya dijadikan pekerjaan sampingan untuk kabupaten dan kota,” kata Bupati Agus Fatchur Rahma dalam keterangan persnya bersama BKKBN dan PT  Bayer Indonesia di Balai Desa Pringanom, Kecamatan Masaran, Jumat (2/10).

Bupati mengatakan, Kabupaten Sragen selama ini terus menerus melakukan sosialisasi program KB secara masif hingga ke tingkat desa. Setiap kali ada agenda kabupaten yang melibatkan masyarakat, sering dibarengi dengan kegiatan pelayanan KB.

Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty sendiri mengakui program KB memang gagal setelah Orba. Realita tersebut merupakan tantangan baginya yang baru menjabat Kepala BKKBN selama 4 bulan.

Mengenai usulan Bupati Agus Fatchur Rahma tersebut, Surya sangat menyetujui. Akan tetapi kembalinya ke sistem Orba harus dibarengi dengan kinerja dan perilaku dari para pegawai di lingkungan BKKBN.

“Saya sangat setuju. Tapi kalau perilaku pegawai BKKBN tidak berubah apa artinya,” ujarnya.

Selama ini BKKBN hanya mempunyai sekitar 3.400 pegawai dari pusat hingga daerah. Mereka dituntut untuk bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam penyuluhan KB.

 

Keterangan foto: Presdir PT Bayer Indonesia Asharf Al-Quf (kiri), Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty (kedua dari kiri) dan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman (kanan) ketika memberikan keterangan pers di Balai Desa Pringanom, Kecamatan Masaran

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge