0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hutan Merbabu Terbakar, Warga Berharap Turun Hujan

dok.timlo.net/nanin
Hutan Gunung Merbabu terbakar (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Hingga hari kelima kebakaran yang melanda kawasan hutan Gunung Merbabu, api tak kunjung padam. bahkan luasan lahan yang terbakar saat ini sudah mencapai 60 hektar. Warga berharap segera turun hujan, sehingga api tidak merembet mendekat ke pemukiman warga.

“Tadi sudah ada 100 orang, gabungan petugas, relawan dan warga yang naik ke atas,” kata Danramil Ampel, Boyolali, Kapten Joko Priyanto, Jumat (2/10).

Dijelaskan, saat ini masih terlihat kobaran api di kawasan hutan Merbabu di atas Dukuh Ngindro, Desa Ngargoloko, Kecamatan Ampel. Namun, jarak titik api dengan permukiman dukuh terdekat di lereng Merbabu cukup jauh, sekitar 10 kilometer.

“Sisa kobaran api kemarin siang masih sangat besar, kita berupaya untuk melokalisir api agar tidak merembet ke bawah,” tambahnya.

Pasalnya, bila api terus merembet ke bawah dikhawatirkan akan mendekati pemukiman penduduk. Saat ini saja, tambah Joko, kawasan hutan lindung Merbabu dari hasil pemetaan, sekitar 4-5 hektar areal hutan lindung hangus dilalap si jago merah. Api membakar tanaman pohon akasia, pinus, cemara, kesowo, dan lamtoro.

“Api di hutan lindung sudah berhasil kita padamkan, kita buat sekat dan lubang agar api tidak merembet ke titik lain,” tambah Joko.

Saat ini, cuaca di sekitar Gunung Merbabu dilaporkan mulai mendung. Pihaknya berharap hujan segera turun agar kebakaran yang masih melanda kawasan hutan Merbabu di atas Dukuh Ngindro, bisa padam. Apalagi kebakaran yang melanda kawasan hutan Merbabu sudah berlangsung sejak Minggu (27/9). Selain telah menghanguskan puluhan hektar areal hutan, api juga membakar jaringan pipa air bersih warga di Pos I dan Pos III yang diambil dari mata air Sipendok.

“Harapan kita hujan segera turun,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge