0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Solo Diminta Stop Pameran di Tiongkok

Wakil Ketua Komisi III DPRD Solo, Sugeng Riyanto (dok.tumlo.net/daryono)

Solo – Lantaran dianggap tidak bisa mendatangkan pasar ekspor, Komisi III DPRD Solo merekomendasikan pameran dagang di Naning, Tiongkok, tidak lagi dilakukan tahun depan. Pameran diusulkan dipindah ke negara lain di Eropa.

Rekomendasi itu diusulkan setelah lima legislator Komisi III DPRD Solo mengikuti pendampingan pameran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Solo di Naning, 18-22 September lalu. Dalam catatan Timlo.net, pameran dagang ke Naning ini sudah kali ke lima dilakukan.

“Saya merekomendasikan pameran jangan lagi di Tiongkok. Karena hanya bisa menjual barang di sana (saat pameran). Tidak bisa berorientasi pasar ekspor karena terbentur regulasi,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Solo, Sugeng Riyanto, Jumat (2/10).

Menurut Sugeng, dari penuturan Kepala Disperindag Solo, Triyana, saat di Tiongkok, Pemkot selama ini kesulitan menembus asosiasi pengusaha di sana. Dari sisi regulasi, Tiongkok juga sangat sulit menerima produk dari negara lain, termasuk Indonesia.

“Jadi, lebih baik ditinjau ulang. Mungkin bisa digeser ke Eropa. Jangan di Naning lagi,” tegasnya.

Pameran di Naning pekan lalu, lanjut Sugeng, diikuti oleh tiga pengusaha dari Solo. Dua usaha batik dan satu usaha handicraft. Untuk akomodasi tiga pengusaha itu, APBD mengalokasikan anggaran Rp 180 juta.

Senada, Sekretaris Komisi III DPRD Solo, Maria Sri Sumarni mengungkapkan hal serupa.  Menurut dia, sebaiknya Pemkot tidak lagi mengikuti pameran di Tiongkok. Hal itu lantaran pameran tidak bisa membuka pasar ekspor ke Tiongkok.

“Kalau hanya bisa menjual di sana ya untuk apa. Soal promosi juga sudah tidak perlu. Tiongkok sudah produksi batik yang harganya justru lebih murah mereka,” beber dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge