0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembunuhan Bocah SD

Sebelum Dibunuh, Arif Murdika Disiksa secara Sadis

dok.timlo.net/tarmuji
Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean saat gelar kasus pembunuhan Arif Murdika (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Tidak membutuhkan waktu lama, jajaran Polres Wonogiri telah menangkap dan menetapkan RFS (29) warga Dusun Soko RT2/RW10 Desa Bulurejo sebagai tersangka dalam kasus kematian Arif Murdika(9), pelajar kelas 3 SDN 3 Bulurejo, Kecamatan Bulukerto. Di hadapan petugas, RFS mengakui telah membunuh Arif setelah sebelumnya disiksa terlebih dahulu.

“Setelah kita mengumpulkan barang bukti dan keterangan dari para saksi, akhirnya kita mengamankan tersangka RFS,” jelas Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean, Jumat (2/10).

Menurut Kapolres, kronologis kejadian bermula pelaku mencuci baju di kali, selang beberapa saat kemudian, korban melintas bersama rekan-rekannya yang masih mengenakan seragam sekolah berniat untuk memancing ikan.

“Nah saat rekan-rekannya tengah pergi mencari umpan, korban terlihat sendirian memancing. Pelaku lalu mengajak korban ke rumah. Sekitar pukul 13.00 WIB, sebelum korban dibunuh, pelaku meminta uang kepada korban dengan alasan untuk membeli rokok,” ungkapnya.

Dikatakan, lantaran korban tidak mau memberi uang entah dengan alasan tidak punya uang, pelaku malahan naik pitam. Pasalnya, korban berteriak minta tolong. Kemudian pelaku menganiaya korban hingga sekarat.

“Korban dimasukkan ke bak mandi berulang kali, 5 sampai 15 menit. Lalu dibekap dan dipukuli dengan kayu pada tengkuk korban, dada korban juga dihantam sebanyak tiga kali hingga keluar darah melalui hidungnya,” katanya.

Sementara saat kejadian, di rumah pelaku ada kakeknya yang tengah memperbaiki genting. Namun saat diperiksa petugas, kakek pelaku mengaku tidak mengetahui perbuatan cucunya tersebut.

“Kemudian korban yang sudah tewas dimasukkan dalam karung bekas zak beras warna putih. Lalu sekitar pukul 16.00 WIB, pelaku membuang jasad korban di bawah jembatan,” katanya.

Setelah kejadian tersebut, pelaku kemudian pulang ke rumah, seolaah-olah tidak terjadi apa-apa .Sampai malam hari, ayah korban bersama warga menemukan jasad Arif telentang di bawah jembatan dengan beberapa luka di tubuhnya. Selain itu, polisi juga menemukan bercak darah di dalam kamar pelaku. Diamankan pula, sebuah kayu seukuran lengan dengan panjang sekitar 30 centimeter, gunting, dan potongan rambut di kasur korban.

Kapolres menambahkan, pelaku pernah terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor dan diganjar hukuman penjara enam bulan pada 2014 lalu. Pelaku sering bertemu dengan korban dan anak-anak lainnya, pasalnya dia kerap memberikan les privat metematika.

“Pelaku kita jerat dengan pasal 338 KUHP, dan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman 15 tahun penjara,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge