0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Insiden Sentani, TNI Bawa Barang Bukti

dok.merdeka.com

ilustrasi

Timlo.net – Dua polisi tertembak anggota Paskhas TNI AU di Bandara Sentani, Jayapura, Papua, Jumat (2/10) dini hari. Keduanya diketahui bernama Briptu Riqzan dan dan Briptu Wahidin. Mereka dirawat di ruang Cenderawasih RS Bhayangkara, Kota Jayapura.

Briptu Riqzan dan Briptu Wahidin tertembak anggota Paskhas TNI-AU saat sedang menangani kasus pengrusakan di sekitar kawasan Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (2/10) dini hari. Keduanya mengalami luka tembak di kaki dan terserempet peluru di kepala bagian belakang.

Penembakan terjadi saat anggota Paskhas tengah mengendalikan bentrokan dengan sekelompok pemuda yang diketahui mabuk di area bandara. Saat dibubarkan, mereka melakukan perlawanan dengan memanggil teman-temannya.

Namun, Kadispen TNI AU Marsma Dwi Badarmanto mengatakan, tak ada pihak yang ditahan atas kejadian itu.

“Tidak ada (yang ditahan), tapi ada barang bukti yang dibawa,” katanya, Jumat (2/10).

Menurutnya, akibat kejadian itu mobil salah satu perusahaan ada yang dirusak massa. Pihaknya telah mengamankan senjata tajam milik massa dan bekas peluru dari lokasi untuk dijadikan sebagai barang bukti.

“Mobil salah satu perusahaan yang dirusak. Ada beberapa bekas peluru. Senjata tajam barang bukti,” katanya.

Upaya pengusiran terhadap kelompok pemuda dilakukan anggota Paskhas karena para pelaku masuk hingga ke bagian dalam bandara. Keberadaan mereka dianggap bisa mengganggu lalu lintas udara. Mereka bahkan mengancam akan melapor ke KP3 Bandara dan membawa parang serta panah.

Setelah melakukan beberapa tembakan peringatan udara, Paskhas melihat seseorang membawa senjata. Tak mau ambil risiko, salah satu anggota Paskhas lantas menembaknya. Ternyata, orang yang ditembak tersebut belakangan diketahui anggota kepolisian.

[dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge