0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

5 Perampok Kantor Pos Dibekuk, 1 Terpaksa Dibedil

merdeka.com

Ilustrasi Perampokan

Timlo.net — Lima kawanan perampok PT POS Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, berhasil dibekuk Polsek Mamuju. Kepala Satuan Reskrim Polres Mamuju AKP Aryo Dwi Wibowo mengatakan, lima pelaku perampokan berhasil dibekuk berkat dukungan semua pihak.

“Kami tak perlu berlama-lama untuk melakukan pengembangan atas kasus perampokan yang terjadi di PT Pos Mamuju. Berkat dukungan semua pihak maka kami berhasil membekuk lima pelaku perampokan ini,” kata Aryo di Mamuju, Kamis (1/10).

Aryo mengatakan, seorang tersangka bahkan sempat dilumpuhkan dengan timah panas saat dilakukan penangkapan. Seorang pelaku itu ditembak lantaran berusaha melarikan diri saat ditangkap.

“Saat kami mengumpulkan barang bukti, satu di antaranya hendak melarikan diri sehingga petugas kami melumpuhkan dengan timas panas, polisi juga mengamankan satu mobil disewa pelaku untuk beraksi,” kata Aryo.

Aryo mengungkapkan tersangka yang ditembak yaitu Rajab (40), ternyata tersangka ini residivis yang memiliki kasus serupa di kota Pare-Pare. Tersangka kini dilarikan ke Rumah Sakit Pare-Pare, Sulawesi Selatan, untuk mendapatkan perawatan intensif, selanjutnya diserahkan ke Polresta Pare-Pare.

“Sebanyak empat tersangka lainnya, yakni Irvan (28), Ashabu (19), Zaenal (43), dan Iskandar (27) masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Mamujum,” ujar Aryo.

Dia menuturkan saat kejadian, para tersangka tidak berhasil menggasak uang di PT Pos Kalukku dalam jumlah besar karena uang di brangkas tersebut sebelumnya telah dipindahkan.

Namun, para pelaku sempat menganiaya dua karyawan PT Pos tersebut dan mengambil uang senilai Rp 7 juta dan empat gram emas dalam bentuk cincin.

Para pelaku dalam menjalankan aksinya menggunakan linggis untuk mencongkel dan merusak gembok kantor tersebut.

“Semua tersangka berasal dari wilayah Kalukku. Seorang tersangka, Rajab, terpaksa dilumpuhkan karena hendak melarikan diri. Hal ini sudah sesuai dengan prosedur,” bebernya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 365 dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

“Pelaku kami jerat dengan Pasal 365 dengan ancaman sembilan tahun penjara,” tandasnya.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge