0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UMK 2016 Diusulkan Sebesar Rp 1.403.500

dok.timlo.net/nanin
Pekerja pabrik (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pemkab Boyolali mengusulkan upah minimum kabupaten (UMK) tahun 2016 sebesar Rp 1.403.500, kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Angka tersebut mengalami peningkatan dari UMK tahun 2015 sebesar Rp 1.197.800.

”Sebelum muncul angka itu, Dewan Pengupahan Boyolali telah mengusulkan tiga angka UMK 2016 kepada Pj Bupati Boyolali. Usulan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) senilai Rp 1.281.500, serikat buruh senilai Rp 1.437.360, dan pembulatan angka prediksi kebutuhan hidup layak (KHL) bulan Desember 2015 senilai Rp 1.403.500. Dari tiga angka tersebut, Pj Bupati memilih angka Rp 1.403.500,” ungkap Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Dinsosnakertrans Boyolali, Jaka Santoso, Kamis (1/10).

Dijelaskan, usulan tersebut hari ini sudah dikirim ke pemerintah provinsi. Selain itu, ada beberapa pertimbangan sehingga Pj Bupati mengusulkan UMK 2016 Boyolali pada nilai Rp 1.403.500. Salah satunya terkait kondisi perekonomian serta potensi melemahnya daya beli masyarakat akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

“UMK kan hanya sebagai acuan untuk mengupah buruh yang masa kerjanya lebih dari satu tahun,” imbuh Joko.

Sementara itu, Ketua Apindo Boyolali, Joko Warsito, menghormati keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali yang mengusulkan UMK jauh di atas usulan Apindo. Meskipun nilai UMK dinilai sangat tinggi di tengah situasi ekonomi yang sedang menurun.

“Saat ini kondisi benar-benar berat bagi perusahaan, terutama garmen,” ujar Joko.

Diakui, usulan UMK senilai Rp 1.403.500 bakal memberatkan bagi pengusaha. Meski sangat berat, pihaknya sudah meminta perusahaan untuk meminimalisir pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Kita harus sikapi dengan bijak, jangan sampai ada PHK,” tambahnya.

Sementara Ketua DPD Forum Komunikasi Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) Boyolali, Wahono, berharap Gubernur Jateng bisa menetapkan UMK 2016 Boyolali di atas angka yang diusulkan Pj Bupati Boyolali. Pihak pekerja menerima hasil surbei prediksi KHL Desember 2015 senilai Rp 1.403.500, namun berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, kenaikan UMK harus memperhitungkan pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan produktivitas.

“Harapan kita Gubernur menyetujui UMK diatas usulan Pj Bupati,” tandas Wahono.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge