0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Korban Penganiayaan Oknum Polisi Cuma Bisa Mengigau

dok.timlo.net/achmad khalik
Korban Edi Susanto (terbaring) didampingi ayahnya, Toyani di YWRSIS Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Sukoharjo — Korban penganiayaan yang dilakukan salah seorang oknum polisi di kawasan di Jalan Simo-Klego, Boyolali pada Jumat (11/9), masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Yayasan Wakaf Rumah Sakit Islam Solo (YWRSIS), Pabelan, Kartasura, Sukoharjo. Korban bernama Edi Susanto mengalami luka bakar serius sekitar 80 persen di bagian kedua tangan, punggung dan dada ke bawah.

“Anak saya cuma bisa mengigau,” kata ayah korban, Toyani (50) saat ditemui Timlo.net di rumah sakit, Kamis (1/10) siang.

Sejauh ini, pihak keluarga mengeluhkan lambatnya penanganan aparat dalam menangani kasus penganiayaan yang menimpa anak nomor empat dari tujuh bersaudara tersebut. Tak hanya itu, perhatian dari pihak kepolisian terhadap korban juga sama sekali tidak ada. Pasalnya, sejak peristiwa naas tersebut menimpa anaknya belum pernah ada perwakilan dari aparat yang menengok maupun membantu biaya pengobatan.

“Kami pihak keluarga menilai penanganan yang dilakukan lambat. Disamping itu, tak ada perhatian dari aparat untuk anak saya,” kata Toyani.

Disinggung biaya yang dikeluarkan, Toyani mengaku, pihak keluarga sudah tidak mampu menutupi biaya rumah sakit. Hingga saat ini, biaya yang dikeluarkan telah mencapai Rp 31 juta lebih.

“Kemarin, dari pelaku berjanji akan menutup biaya rumah sakit. Namun, sampai sekarang juga tak ada kejelasan,” jelas Toyani.

Dirinya berharap, supaya pelaku yang melakukan penganiayaan dan pembakaran kepada anaknya tersebut dihukum setimpal atas perbuatannya.

Sebelumnya diberitakan, seorang oknum anggota polisi yang bertugas di jajajaran Polres Wonogiri, Bripda TI bersama rekannya, yakni AR (26), SB (25), ANC (18), EAS ( 24), dan MM (25) melakukan penganiayaan terhadap dua orang bernama  Edi Susanto (18) dan Syaiful Anwar (15), warga Desa Blagung, Simo. Kuat dugaan, penganiayaan dipicu lantaran tersangka, korban Edi dicurigai sebagai pelaku pencurian di rumah ayah TI.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge