0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sebelum Ditemukan Tewas, Arif Masih Berangkat Sekolah

dok.timlo.net/tarmuji
Penemuan mayuat bocah yang diduga korban pembunuhan (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Kematian Arif Murdika (9), pelajar kelas III SDN 3 Bulurejo, warga Dusun Soko RT1/RW10 Desa Bulukerto, Wonogiri hingga saat ini masih menjadi misteri. Sebelum jasad bocah malang ini ditemukan, masih sempat berangkat sekolah, namun semenjak pagi hingga siang hari tidak pulang ke rumah.

“Sebelum kejadian, sehabis sekolah, korban sempat tidak pulang ke rumah, membuat ibunya menjadi kebingungan, kemudian ibu korban (Sri Rasni) berinisiatif mencari tahu kepada sanak familinya dengan menghubungi melalui telepon, tapi mereka semua tidak mengetahui keberadaan Arif, lalu ibu korban memberitahu suaminya,” ungkap Kepala Desa Bulurejo, Sunarto, Kamis (1/10).

Menurut Sunarto, korban merupakan anak kedua dari pasangan Istanto (45) dan Sri Rasni (35). Sedang anak pertamanya kini duduk di bangku SMP. Istanto, ayah korban, bekerja sebagai buruh serabutan, sedang Sri Rasni sebagai ibu rumah tangga.

“Ayah kandung korban pada siang itu tengah bekerja menggali sumur di dusun tetangga,” jelasnya.

Sunarto juga mengatakan, setelah diberitahu istrinya, Istanto pun sempat menghubungi sanak familiya, menanyakan keberadaan putra keduanya, namun tak kunjung diketemukan. Kemudian, pada Rabu (30/10) malam, bertepatan dengan arisan RT, ayah korban menceritakan peristiwa itu kepada bapak-bapak peserta arisan.

“Nah, kemudian warga pun beramai-ramai mencari korban Lalu pada pukul 20.30 WIB, ayah korban berteriak-teriak minta tolong, ternyata dia menemukan jasad anaknya terlentang di bawah jembatan yang terletak di pinggir desa, dengan keadaan tanpa busana, terlihat juga ada beberapa luka memar lebam di bagian kepala, dekat telinga, bagian leher serta luka lebam pada bagian pinggang,” katanya.

Sepengetahuannya, keluarga terlihat adem ayem, jarang sekali ada pertengkaran. Sedang korban sendiri menurutnya, sebagai anak yang baik. Pasalnya, keluarga korban berada tak jauh dari rumahnya.

“Memang kalau di desa kami, kondisi ekonomi keluarga korban tergolong keluarga miskin,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge